DIGITAL Sumatra Utara

495 Site Telekomunikasi Terdampak Banjir di Sumut Lumpuh

Tangkapan layar dari video warga merekam Musibah tanah longsor dan banjir menerjang Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, sejak 23 sampai 25 November 2025. (Dbs)

Jakarta, getnews – Banjir yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga, Provinsi Sumatra Utara, pada Rabu (26/11/2025) menyebabkan ratusan infrastruktur telekomunikasi tidak beroperasi.

Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) mencatat sedikitnya 495 site mengalami gangguan atau sekitar 1,42 persen dari total 34.660 site di Sumatra Utara.

Gangguan jaringan terdeteksi pada infrastruktur tiga operator utama, yakni PT Telekomunikasi Selular, PT Indosat Tbk, dan PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. Dampak terbesar terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah dengan 167 site down atau 23,19 persen dari total site di wilayah tersebut. Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Selatan juga mencatat gangguan signifikan.

PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk melaporkan alarm jaringan kepada PMT pada Rabu (26/11/2025) pukul 11.00 WIB dengan total 80 site terdampak. Kabupaten Tapanuli Tengah dan sekitarnya menjadi wilayah dengan jumlah gangguan terbanyak pada jaringan operator ini.

Di sini juga terjadi: Banjir Ganggu Telekomunikasi Aceh, Kemkomdigi Intensif Pulihkan Layanan

PT Indosat Tbk melaporkan 79 site terdampak atau 0,77 persen dari total infrastruktur mereka di Sumatra Utara. Gangguan tersebar di sejumlah kecamatan rawan banjir, termasuk Badiri, Barus, Batang Toru, Pandan, Sarudik, serta beberapa kecamatan di Kota Sibolga.

Sementara itu, PT Telekomunikasi Selular mencatat angka gangguan paling besar, yaitu 336 site, dengan distribusi yang luas mulai dari kawasan pesisir di Tapanuli hingga wilayah perkotaan seperti Medan dan Gunungsitoli, Pulau Nias.

PMT menjelaskan bahwa gangguan terjadi akibat terputusnya aliran listrik PLN dan gangguan transmisi, termasuk putusnya jalur transport kabel dan akses jalan yang terendam banjir. Operator seluler terus melakukan pemulihan menggunakan genset sebagai catu daya alternatif, namun mobilisasi peralatan masih terkendala kondisi lapangan.

Untuk gangguan pada jalur transmisi, operator melakukan routing sementara ke node terdekat yang masih berfungsi sembari melakukan pemeriksaan teknis lanjutan.

Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Direktorat Pengendalian Infrastruktur Digital menegaskan bahwa pemulihan jaringan menjadi prioritas. Kementerian juga menggandeng Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Medan dan pemerintah daerah untuk memastikan penanganan cepat dan akurat terhadap setiap gangguan yang muncul.

Upaya bersama ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan layanan telekomunikasi sehingga masyarakat tetap dapat mengakses komunikasi penting, terutama di wilayah yang terdampak langsung bencana banjir.

infopublik.id