DIPLOMAT

Indonesia Bersama 21 Negara Kutuk Pengakuan Israel atas Somaliland

Indonesia mengambil posisi tegas dalam konfrontasi diplomatik terbaru di penghujung tahun 2025. Bersama 21 negara lainnya, termasuk Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Indonesia secara resmi mengutuk pengakuan sepihak Israel atas kedaulatan Somaliland. (ISTIMEWA)
Executive Summary

“The Getnews+ Global Audit analyzes Indonesia’s strategic recalibration as it enters 2026, leading a 21-nation coalition to condemn Israel’s recognition of Somaliland as a breach of international sovereignty. Domestically, Jakarta reinforces its ‘Command-Driven’ governance through a decisive moratorium on Muara Angke Port to combat maritime congestion, coupled with intensified border vigilance that intercepted nearly 3,000 illegal migrant departures this year. These maneuvers underscore Indonesia’s dual focus on fortifying territorial integrity and asserting its role as a disciplined architect of regional stability.”

JAKARTA, getnews. — Indonesia mengambil posisi tegas dalam konfrontasi diplomatik terbaru di penghujung tahun 2025. Bersama 21 negara lainnya, termasuk Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Indonesia secara resmi mengutuk pengakuan sepihak Israel atas kedaulatan Somaliland.

​Langkah Israel yang mengumumkan pengakuan tersebut pada Jumat (26/12/2025) dinilai sebagai tindakan ekspansionisme yang mengancam stabilitas regional dan melanggar hukum internasional secara masif.

​”Langkah ini merupakan pelanggaran besar terhadap Piagam PBB yang menjunjung tinggi perlindungan kedaulatan dan keutuhan wilayah negara berdaulat,” tulis pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI yang disiarkan pada Rabu malam (31/12).

Baca juga: Global Audit: Indonesia & Aliansi OKI-GCC Bendung “Efek Domino” Ekspansionisme Israel

Snapshot Blok Diplomatik: Penolakan Atas Ekspansionisme Israel

​Sinergi internasional ini menegaskan posisi Somalia sebagai negara berdaulat penuh dan menolak preseden berbahaya yang diciptakan oleh Tel Aviv.

Strategic Alliance Insight: Global Rejection Note
Variabel StrategisStatus & Analisis
Koalisi PenolakIndonesia, 21 Negara Mitra, OKI, dan GCC.
Dasar KeberatanPelanggaran Piagam PBB & Integritas Teritorial Somalia.
Dampak GeopolitikPotensi ancaman terhadap perdamaian internasional di Tanduk Afrika.
Kekhawatiran KhususRisiko pemanfaatan wilayah untuk pengusiran paksa warga Palestina.
Sumber: Pernyataan Bersama Lintas Negara & Kemlu RI (Update: 31 Des 2025)

Preseden Berbahaya bagi Hukum Internasional

​Pengakuan Israel terhadap wilayah separatis Republik Federal Somalia tersebut merupakan yang pertama di dunia sejak Somaliland memisahkan diri pada 1991. Pemerintah Somalia di Mogadishu selama ini konsisten menolak setiap intervensi asing yang melegitimasi gerakan separatis di wilayahnya.

​Indonesia menyoroti bahwa tindakan ini bukan sekadar urusan wilayah di Tanduk Afrika, melainkan sebuah strategi yang berpotensi dimanfaatkan sebagai batu loncatan untuk upaya pengusiran paksa warga Palestina dari tanah air mereka—sebuah narasi manipulatif yang sangat diwaspadai oleh blok negara-negara Muslim.

Dukungan Penuh untuk Mogadishu

​Pernyataan bersama tersebut menegaskan kembali dukungan tanpa syarat terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Republik Federal Somalia. Bagi Jakarta, menjaga kesatuan Somalia adalah bagian dari menjaga tatanan hukum internasional agar tidak terjebak dalam preseden pengakuan sepihak yang anarkis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *