MATARAM, getnews.co.id — Sebelum pena Presiden mengetuk palu keputusan akhir, Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal memilih untuk melakukan “uji kelayakan” mandiri. Senin (19/1), bertempat di ruang kerja Gubernur, tiga figur peraih nilai tertinggi dalam seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) NTB dipanggil secara khusus untuk melakukan pendalaman visi-misi.
Bukan Sekadar Prosedur, Tapi Sinkronisasi Ideologi
Langkah ini dibaca sebagai upaya Iqbal untuk memastikan bahwa siapa pun yang terpilih nantinya tidak akan menjadi “penghambat” bagi tiga agenda besarnya: penurunan kemiskinan, pariwisata dunia, dan ketahanan pangan. Sebagai mantan diplomat, Iqbal tampaknya paham betul bahwa Sekda adalah “Dirjen Operasional” yang harus mampu menerjemahkan bahasa politik Gubernur ke dalam bahasa birokrasi yang efektif.
”Sekda adalah jantung administrasi. Pemanggilan ini adalah bentuk audit kesiapan visi agar transisi kepemimpinan birokrasi berjalan tanpa turbulensi,” ujar salah satu sumber internal di lingkungan Pemprov NTB.
Menanti Restu Pusat
Setelah pendalaman ini, bola panas akan kembali ke meja Presiden. Namun, dengan adanya pertemuan ini, Gubernur Iqbal memberikan sinyal kuat kepada Jakarta bahwa NTB butuh sosok yang bukan hanya “aman” secara administratif, tapi juga “militan” dalam eksekusi program pembangunan.




