MATARAM — Keputusan Pemerintah Kota Mataram menghapus akses jalan di Kampung Bugis pada Januari 2026 bukan sekadar reaksi atas cuaca ekstrem, melainkan sebuah Vonis Kegagalan dari strategi mitigasi pesisir jangka panjang. Selama lima tahun terakhir, pesisir Mataram yang membentang sepanjang 9 kilometer telah menjadi laboratorium kegagalan infrastruktur yang menelan anggaran namun gagal menjinakkan gelombang.
Anomali Strategi: Reaktif Bukan Preventif
Audit GetNews menunjukkan pola yang berulang sejak 2021: pemerintah terjebak dalam Akrobat Darurat menggunakan geobag atau tumpukan batu pecah sesaat setelah bencana terjadi. Strategi reaktif ini terbukti gagal menghadapi Penyakit Kronis abrasi yang terus menggerus 1–2 meter daratan setiap tahunnya. Penghapusan jalan di Kampung Bugis adalah bukti nyata bahwa infrastruktur keras (hard structure) yang dibangun selama ini tidak lagi mampu mengimbangi kenaikan permukaan air laut dan anomali cuaca.
“Kondisi abrasi tahun ini memang di luar prediksi. Kekuatan gelombang telah menghancurkan struktur aspal hingga ke dasarnya. Kami tidak punya pilihan selain mengalihkan fokus dari akses jalan menjadi perlindungan darurat bagi rumah-rumah warga,” > — Lale Widiahning, Kepala Dinas PUPR Kota Mataram.
Penyakit Kronis: Koordinasi Abu-abu BWS dan Daerah
Salah satu ganjalan utama dalam audit kegagalan ini adalah ketidakjelasan batas tanggung jawab antara Pemkot Mataram dan Balai Wilayah Sungai (BWS). Selama lima tahun, pendanaan tanggul permanen seringkali terbentur pada birokrasi pusat, sementara daerah hanya mampu melakukan intervensi “tambal sulam”. Akibatnya, pemukiman padat penduduk di Ampenan hingga Mapak tetap berada dalam Status High Risk tanpa perlindungan permanen yang terintegrasi.
Vonis Redaksi: Menakar Kredibilitas Pemkot
Vonis Redaksi GetNews menegaskan bahwa pemasangan 10.000 geobag di Kampung Bugis hanyalah “obat penenang” bagi luka yang sudah membusuk. Selama Pemkot Mataram dan otoritas terkait tidak berani melangkah ke skema mitigasi berbasis ekosistem atau infrastruktur masif yang terintegrasi (seperti sea wall dalam skala besar), maka pesisir Mataram akan terus kehilangan daratannya. Penghapusan jalan hari ini adalah alarm keras: tanpa audit radikal pada sistem drainase dan pertahanan laut, Kampung Bugis hanyalah awal dari hilangnya pemukiman pesisir Mataram di masa depan.
Primary Sources & Citations
“Krisis Pesisir Mataram: Babak Baru Penghapusan Infrastruktur.”
Lombok Post Archive ⟶“Data Spasial Kerusakan Pesisir dan Mitigasi Bencana NTB 2026.”
Official Govt Gazette ⟶“Menghapus jalan mungkin menyelamatkan anggaran dari perbaikan sia-sia, namun tanpa visi pertahanan yang nyata, laut tidak hanya akan mengambil aspal kita—ia akan datang menjemput pintu rumah warga.”
— GET !NSIGHT AUDIT KREDIBILITAS —




