AMBARA

Dewan Perdamaian Trump: Cara Paling Sopan Menghancurkan Rumah Tetangga

Gaza (ANTARA)

​Di dunia ini, ada banyak sekali nama yang menipu. Ada “Kopi Susu” tapi isinya lebih banyak gula, ada “Kerja Kelompok” tapi yang kerja cuma satu orang, dan yang paling baru: ada “Dewan Perdamaian Gaza” tapi kerjanya tetap kirim rudal dan bikin nyawa melayang.

​Israel baru saja resmi bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza (BoP). Kita sempat berpikir, “Wah, akhirnya mau tobat dan duduk manis.” Tapi ternyata, kartu anggota dewan itu sepertinya cuma dipakai sebagai akses VIP untuk menyerang dengan alasan “melindungi diri”. Baru juga tanda tangan bergabung, eh, 32 orang di Gaza sudah harus jadi korban lagi. Ini bukan dewan perdamaian, ini mah “Dewan Izin Serbu” dengan kemasan yang lebih rapi dan bau parfum diplomatik.

Perdamaian Versi Penjajah

​AMBARA melihat indikasi yang amat sinis di sini. Bergabungnya mereka ke BoP besutan Trump ini jangan-jangan adalah strategi “Kuda Troya”. Masuk ke dalam sistem bukan untuk menghentikan perang, tapi untuk memastikan bahwa skenario penghancuran Gaza bisa berjalan dengan legitimasi internasional.

​Kalau Anda ingin menguasai sebuah rumah secara legal, jangan dobrak pintunya dari luar—itu kuno. Masuklah sebagai “penjaga keamanan”, lalu perlahan-lahan usir pemilik aslinya sambil bilang, “Ini demi ketertiban bersama.” Begitulah kira-kira naskah yang sedang dimainkan. Setiap kali rudal jatuh, alasannya selalu sama: “Respons atas pelanggaran gencatan senjata”. Sebuah alasan klasik yang sudah basi, tapi tetap laku dijual di meja-meja perundingan yang empuk.

AUDIT STRATEGIS GETNEWS: Ilusi Dewan Perdamaian (BoP)
Agenda ResmiNarasi di MediaRealita AMBARA (Sinis)
Bergabung ke BoPKomitmen Israel terhadap stabilitas kawasan.Membeli hak eksklusif untuk menjajah dengan stempel resmi.
Serangan TerbaruRespons terhadap pelanggaran gencatan senjata.Alibi tahunan untuk terus membersihkan lahan Gaza dari penghuninya.
Tujuan AkhirKawasan Timur Tengah yang damai dan makmur.Gaza yang kosong dan sepenuhnya berada di bawah kendali “Dewan”.
Sumber: GetNews Intelligence Unit – Analisis Geopolitik Sinis

Menunggu Dunia Bangun Tidur

​Kita mungkin lelah melihat berita yang itu-itu saja: rudal jatuh, rakyat tewas, dunia mengecam (lewat Twitter), lalu besoknya terulang lagi. Namun yang lebih melelahkan adalah melihat kemunafikan yang dibungkus dengan istilah “Perdamaian”.

​Gaza hari ini adalah cermin retak dari nurani dunia. Kalau untuk membunuh 32 orang saja disebut sebagai “proses perdamaian”, maka besok-besok jangan kaget kalau ada algojo yang minta disebut sebagai “tenaga medis”. Selamat datang di era di mana kehancuran adalah nama lain dari stabilitas, dan pendudukan adalah nama lain dari kerja sama.

​Selamat “berdamai”, Dewan Perdamaian. Semoga sisa-sisa reruntuhan di Gaza tidak membuat kursi empuk kalian di Washington jadi tidak nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *