MATARAM — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, melakukan langkah cepat menyikapi eskalasi konflik di Timur Tengah pasca-serangan militer yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran. Melalui koordinasi langsung dengan tujuh Duta Besar Republik Indonesia di negara-negara Teluk dan Iran, pria yang akrab disapa Miq Iqbal ini memastikan status keselamatan warga asal NTB tetap terpantau.
”Sebagai kepala daerah, saya memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan warga NTB di luar negeri tetap dalam perlindungan negara,” tegas Miq Iqbal, Senin, 2 Maret 2026. Gubernur yang memiliki latar belakang diplomat kawakan ini menghubungi KBRI di Teheran, Riyadh, Muscat, Abu Dhabi, Manama, Doha, hingga Kuwait City untuk mengaktifkan rencana kontinjensi.
Menurut Miq Iqbal, seluruh perwakilan RI telah mengaktifkan protokol mitigasi jika situasi berkembang menjadi perang terbuka. Ia juga meminta keluarga di NTB untuk proaktif memastikan anggota keluarga mereka sudah terdata di KBRI terdekat. “Pastikan komunikasi dengan KBRI terus terjaga dan ikuti arahan resmi,” tambahnya.
BACA JUGA ARTIKEL TERKAIT:
PMI NTB di Libya: Pemprov Klarifikasi Video Viral, Empat Warga dalam Perlindungan KBRIBACA JUGA:
Mendaki Rinjani, Mendaki Birokrasi



