SEJARAH AKAN MENCATAT 28 Februari 2026 sebagai hari di mana retorika Donald Trump berubah menjadi ledakan nyata. Dengan tajuk Operation Epic Fury, Pentagon telah meluncurkan lebih dari 1.250 serangan ke jantung Iran. Namun, di balik asap ledakan di Teheran, ada mesin kalkulator di Washington yang sedang bekerja lembur menghitung lubang di saku pembayar pajak Amerika.
Bakar Uang Sejak Menit Pertama
Laporan intelijen ekonomi menunjukkan bahwa Amerika Serikat menghabiskan sekitar USD 779 juta (sekitar Rp12,3 triliun) hanya dalam 24 jam pertama operasi. Angka ini belum termasuk biaya mobilisasi kapal induk dan jet tempur yang menelan biaya tambahan USD 630 juta sebelum peluru pertama ditembakkan.
Jika Trump bersikeras melanjutkan operasi ini selama lima minggu ke depan, Washington tidak hanya sedang menghadapi militer Iran, tetapi juga ancaman kebangkrutan logistik. Sebagai gambaran, mengoperasikan satu gugus tempur kapal induk seperti USS Gerald R. Ford memakan biaya USD 6,5 juta per hari. Itu setara dengan harga ribuan mobil mewah yang ditenggelamkan ke laut setiap matahari terbit.
Krisis Gudang Senjata
Masalah utama bagi Paman Sam bukan hanya soal uang—karena mereka selalu bisa mencetak lebih banyak dolar—melainkan soal stok barang. Pakar militer memperingatkan bahwa persediaan rudal interseptor seperti Patriot dan SM-6 tidak bisa diproduksi secepat membalik telapak tangan.
Dengan bantuan militer ke Israel yang sudah menembus USD 21,7 miliar sejak 2023, gudang senjata AS mulai menunjukkan dasarnya. Jika Iran terus membalas, Washington berisiko kehabisan “perisai” sebelum perang benar-benar selesai.
VONIS INTELEKTUAL
Operation Epic Fury mungkin memuaskan ego politik di Gedung Putih, namun ia adalah mimpi buruk bagi stabilitas ekonomi global. Saat Washington sibuk membakar triliunan rupiah dalam hitungan hari, mereka secara tidak sadar sedang menguras tabungan strategis yang seharusnya digunakan untuk menghadapi tantangan di Pasifik. Tanpa strategi keluar yang jelas, “Kemarahan Epik” ini bisa berakhir menjadi “Kebangkrutan Epik”.
Verified Source: AL JAZEERA
BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:
Dilema Sang Juru Damai di Bawah Bayang-bayang Paman Sam



