AMBARA

Purbaya Santai, Chatib Basri Mudik

CORONG RUMOR di lingkar kekuasaan kembali berisik. Kali ini, lantai bursa jabatan diguncang oleh kabar rencana perombakan kabinet (reshuffle) yang dijadwalkan bergulir pada Senin, 8 Juni 2026. Nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa disebut-sebut bakal digeser untuk menakhodai Bank Indonesia. Sebagai gantinya, Presiden Prabowo Subianto dikabarkan tengah menimbang secara serius untuk memulangkan ekonom kawakan, Muhammad Chatib Basri, ke Lapangan Banteng.

​Strategi tukar guling posisi ini dibaca sebagai upaya ambisius Istana untuk mengawinkan kebijakan fiskal dan moneter di tengah badai ekonomi global. Isu ini kian mendapat pembenaran setelah pria yang akrab disapa Kang Dede tersebut dilaporkan membatalkan sejumlah agenda akademisnya di Harvard Kennedy School, Amerika Serikat, demi mendarat lebih awal di Jakarta pada Jumat, 5 Juni 2026.

Sinyal kepindahan Purbaya sejatinya sudah terendus dari ketenangan yang tidak biasa saat rupiah babak belur hingga menembus level Rp 18.044 per dolar AS. Alih-alih menunjukkan gairah kepanikan khas bendahara negara, Purbaya justru melempar seluruh tanggung jawab stabilitas kurs ke pangkuan MH Thamrin. “Nanti kalian melihat saya panik. Saya serahkan soal Rupiah ke BI,” selorohnya di Kompleks DPR RI, Kamis, 4 Juni 2026. Sikap pasrah yang elegan ini kini dipahami publik bukan sebagai keputusasaan, melainkan sebagai bentuk “latihan kepemimpinan” di calon instansi barunya.

​Namun, di tengah liarnya skenario ini, Istana masih mencoba memainkan musik pelan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi bergegas memasang benteng peredam spekulasi. “Tidak ada. Tak ada rencana pergantian,” ujarnya pendek di Istana Kepresidenan.

​Bantahan formal semacam ini tentu saja akrab di telinga publik. Dalam kamus politik domestik, kalimat “tidak ada rencana” sering kali merupakan bahasa bersayap yang berarti “tunggu hari Senin.” Kita lihat saja apakah kepulangan mendadak Kang Dede dari Boston berakhir dengan penandatanganan pakta integritas di Istana, atau sekadar rindu makan bakso di Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *