DUNIA POLITIK Timur Tengah itu ibarat grup WhatsApp keluarga yang isinya debat terus, tapi kali ini levelnya sudah mau kiamat. Khalaf Ahmad Al Habtoor, miliarder asal UEA yang duitnya nggak habis tujuh turunan, baru saja melontarkan kritik yang bikin kuping orang-orang di Gedung Putih merah padam. Al Habtoor secara terbuka bertanya ke seluruh dunia: Donald Trump ini sebenarnya lagi menjalankan visi “America First” atau lagi jadi kurir logistiknya Benjamin Netanyahu?
Bagi Al Habtoor, Trump yang “ngotot” banget mau ganti rezim di Iran itu terlihat lebih mirip seperti orang yang lagi ngerjain tugas titipan daripada seorang Presiden negara adidaya. Bayangkan, AS-Iran lagi baku hantam sampai bikin Ayatollah Ali Khamenei gugur, eh sekarang giliran reaktor nuklir Dimona di Israel yang diancam mau diledakkan Tehran. Al Habtoor melihat ada yang aneh: kok setiap langkah diplomasi Washington selalu matching banget sama daftar keinginan Yerusalem? Jangan-jangan, kebijakan luar negeri AS sudah “disubkontrakkan” ke pihak sana demi jargon keamanan yang sebenarnya bikin seluruh Teluk panas dingin.
Masalahnya, kalau rudal sudah mulai membidik fasilitas nuklir, yang pusing bukan cuma politisi, tapi juga para saudagar minyak seperti Al Habtoor. Dia curiga, jangan-jangan Trump sudah nggak punya kendali atas tombol perang di mejanya sendiri. Bisa jadi, talinya sedang ditarik kencang dari balik bayang-bayang Israel, sementara Trump cuma bertugas menekan tombol sambil teriak “Make America Great Again”. Kalau begini caranya, aliansi Teluk mulai mikir: buat apa punya teman superpower kalau ternyata dia cuma jadi “pion” dalam permainan orang lain?
“Bertanya apakah Presiden AS perang karena disuruh sekutunya itu sebenarnya kasar banget secara diplomasi. Tapi di Timur Tengah sekarang, itu adalah satu-satunya logika yang masuk akal daripada percaya kalau Trump mendadak hobi buang-buang peluru demi perdamaian.”— AMBARA SATIRE INDEX
Referensi Utama:
TRT World – UAE Billionaire Al Habtoor Lambastes Trump Over Iran WarBerhenti scrol-scrol nggak jelas, mending baca ini, ada faedahnya:
Biaya “Gila” Perang Iran: Ketika Washington Membakar Triliunan Rupiah demi ‘Epic Fury’



