LOMBOK BARAT — Lapas Kelas IIA Lombok Barat melakukan terobosan digital guna mengurai kepadatan antrean besuk selama momentum Idulfitri 1447 H. Melalui aplikasi E-Kunjungan, keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kini dapat melakukan pendaftaran secara daring, memangkas waktu tunggu yang biasanya membludak di gerbang lapas.
Kepala Kanwil Kemenkumham NTB, Agung Krisna, menegaskan bahwa inovasi ini adalah bagian dari transformasi digital untuk menciptakan sistem yang transparan dan akuntabel. “E-Kunjungan menjadi langkah strategis untuk memberikan kemudahan akses sekaligus menertibkan layanan pada momen dengan intensitas tinggi seperti lebaran,” ujarnya, Senin, 23 Maret 2026.
Respons Positif Publik
Efektivitas aplikasi ini terlihat dari tingginya angka partisipasi masyarakat. Hingga hari ketiga lebaran pukul 12.00 WITA, tercatat sebanyak 340 pengguna telah memanfaatkan layanan pendaftaran mandiri tersebut. Sistem ini memungkinkan pengunjung menentukan jadwal tanpa harus datang lebih awal untuk sekadar mengambil nomor antrean fisik.
Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, menyebutkan bahwa penerapan teknologi ini berdampak langsung pada kondusivitas area lapas. “Proses pendaftaran menjadi lebih cepat dan terstruktur. Antrean terminimalisir, sehingga aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung maupun petugas tetap terjaga,” kata Fadli.
Pengawasan Berbasis Data
Selain memudahkan warga, E-Kunjungan berfungsi sebagai instrumen kendali bagi internal lapas. Petugas dapat memantau kuota pengunjung secara real-time, sehingga potensi penumpukan massa di ruang kunjungan dapat diantisipasi sejak awal. Langkah ini menempatkan Lapas Lombok Barat sebagai salah satu pionir pelayanan publik berbasis digital di lingkup pemasyarakatan NTB, memastikan silaturahmi Idulfitri tetap khidmat meski di balik jeruji besi.




