MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memacu transformasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari fase administratif menuju penguatan ekonomi produktif. Berdasarkan audit data minggu ke-IV Maret 2026, program prioritas ini menunjukkan progres signifikan dengan 1.166 unit KDKMP telah mengantongi legalitas usaha di seluruh kabupaten/kota se-NTB.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, Wirawan Ahmad, menegaskan bahwa orientasi pembinaan kini bergeser dari sekadar pembentukan lembaga menuju aktivasi unit usaha. “Legalitas sudah tercapai luas. Kini fokus kita adalah memastikan koperasi ini benar-benar hidup, beroperasi, dan memberikan dampak nyata bagi ekonomi masyarakat desa,” ujarnya di Mataram, Senin (30/3/2026).
Tantangan Operasional dan Pembangunan Gerai
Meski legalitas telah mencapai angka ribuan, tantangan besar masih membayangi aspek operasional. Data menunjukkan baru 121 koperasi yang telah aktif beroperasi secara penuh, sementara 196 unit tercatat telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Angka ini menjadi indikator bahwa mesin ekonomi KDKMP masih dalam tahap pemanasan.
Dari sisi infrastruktur fisik, sebanyak 373 koperasi tengah dalam proses pembangunan gerai usaha, dengan 12 unit di antaranya telah rampung 100%. Namun, pemerintah memberikan perhatian khusus pada 137 koperasi yang belum memulai pembangunan fisik, yang akan menjadi target percepatan pada kuartal berikutnya. Wilayah Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Sumbawa tercatat sebagai daerah dengan aktivitas pembangunan gerai paling dinamis.
Digitalisasi Melalui Sistem Agrinas
Modernisasi tata kelola menjadi pilar ketiga dalam percepatan KDKMP. Hingga akhir Maret, sebanyak 510 unit KDKMP telah terintegrasi ke dalam portal digital Agrinas. Sistem ini dirancang untuk memastikan transparansi data dan keterhubungan pasar bagi koperasi desa.
Pemerintah menargetkan 656 unit koperasi lainnya yang belum terdata untuk segera masuk dalam ekosistem digital. Menurut Wirawan, integrasi penuh ke dalam sistem digital adalah kunci keberlanjutan koperasi modern. Dengan pendekatan yang terintegrasi dan produktif, KDKMP diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi daerah secara fundamental.
BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:
Megaproyek Rp1,2 Triliun: NTB Menuju Mandiri Protein



