MATARAM — Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan progres signifikan dalam menjaga stabilitas komoditas pangan. Hingga 15 April 2026, realisasi penyaluran program Minyak Goreng Rakyat “Minyak Kita” telah menembus angka 1.674.108 liter, menjangkau pasar tradisional hingga ritel modern di seluruh penjuru Bumi Gora.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, menegaskan bahwa masifnya distribusi ini adalah instrumen utama pemerintah untuk menekan fluktuasi harga di tingkat konsumen. Strategi distribusi dilakukan melalui jalur pasar Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SP2KP) serta jaringan pengecer strategis lainnya.
Dominasi Kanwil NTB dan Efektivitas Pasar SP2KP
Data internal Bulog menunjukkan bahwa wilayah Kanwil NTB (Mataram dan sekitarnya) menjadi kontributor penyerapan terbesar dengan volume 657.588 liter. Sementara itu, sebaran di wilayah lain meliputi:
- Lombok Timur: 103.512 liter
- Sumbawa: 67.428 liter
- Bima: 48.588 liter
Sebanyak 11 pasar SP2KP dengan total 122 pedagang yang terdata di NTB dilaporkan telah terlayani sepenuhnya. Mara Kamin menjamin tidak ada kekosongan pasokan pada titik-titik pantauan utama tersebut hingga pertengahan April ini.
Komitmen Pasokan Aman Jelang Puncak Kebutuhan
Realisasi distribusi melalui skema pasar SP2KP dan non-SP2KP secara kolektif mencapai 877.116 liter. Dengan pencapaian ini, Bulog NTB optimis ketersediaan minyak goreng tetap berada pada level aman, terutama dalam menghadapi periode peningkatan kebutuhan masyarakat.
“Kami memastikan tidak ada kekosongan pasokan. Semua titik distribusi SP2KP sudah terpenuhi. Ke depan, jangkauan akan terus kami perluas agar masyarakat mendapatkan Minyak Kita sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan,” pungkas Mara Kamin, Kamis (16/4/2026).




