LOMBOK BARAT — Upaya penguatan kemandirian pangan di lingkungan pemasyarakatan mendapat dukungan signifikan dari sektor industri. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat secara resmi menerima bantuan pupuk demonstrasi plot (demplot) sebanyak 1.750 kilogram (1,75 ton) dari PT Pupuk Indonesia, Senin (20/4/2026).
Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) antara Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, dan Nursan Arif selaku Account Executive Penjualan Nusra PT Pupuk Indonesia. Sinergi ini bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian modern sekaligus mendukung swasembada pangan nasional.
Optimalisasi Panen Melalui Uji Tanah Presisi
Tidak sekadar memberikan bantuan fisik, PT Pupuk Indonesia juga melakukan pengujian unsur hara tanah di area lahan produktif Lapas. Pengujian ini difokuskan pada deteksi kandungan Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), serta tingkat keasaman (pH) tanah.
Dukungan teknis ini memungkinkan warga binaan untuk menerapkan pemupukan berimbang dengan dosis yang presisi. “Dengan adanya pengujian tanah, kami optimis hasil pertanian akan lebih optimal dan terarah. Ini adalah keterampilan aplikatif yang sangat berharga bagi warga binaan,” tegas M. Fadli.
Rincian Bantuan dan Komitmen Pemberdayaan
Bantuan total 1,75 ton pupuk tersebut terdiri dari berbagai varian spesifik guna menunjang produktivitas berbagai jenis tanaman:
- NPK Nitrat 16-16-16: 725 Kilogram
- NPK Phonska Plus 15-15-15: 475 Kilogram
- Urea Nitrea: 350 Kilogram
- Phonsgreean: 200 Kilogram
Nursan Arif menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat, termasuk kelompok warga binaan, agar mampu berkontribusi aktif dalam rantai ketahanan pangan meskipun berada di dalam masa pidana.




