MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi mengunci kerja sama strategis dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Mataram, Kamis (23/4/2026). Kolaborasi perdana ini diproyeksikan menjadi motor penggerak pembangunan berbasis pengetahuan (knowledge-based development) dengan fokus utama pada penguatan Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa sinergi dengan perguruan tinggi adalah langkah preventif agar pemerintah tidak terjebak dalam pengambilan kebijakan yang minim kajian ilmiah.
KLU: Laboratorium Tata Kota dan Pendidikan Masa Depan
Pemilihan Kabupaten Lombok Utara sebagai titik fokus kerja sama dinilai sangat strategis. Menurut Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal ini, KLU memiliki keunggulan sebagai daerah yang relatif baru sehingga masih memiliki ruang luas untuk ditata secara ideal dari sisi lingkungan maupun sosial.
”KLU adalah kabupaten yang masih bisa ditata dari awal. Kehadiran kampus-kampus di sana, termasuk UNY, akan menjadi magnet baru bagi pembangunan dan akselerasi ekonomi lokal,” ujar Miq Iqbal. Kehadiran lembaga pendidikan tinggi diharapkan mampu menjaga inklusivitas pendidikan di tengah keberagaman budaya KLU.
Komitmen UNY untuk Kawasan Timur Indonesia
Rektor UNY, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO., menyambut baik langkah progresif Pemprov NTB. Beliau menegaskan bahwa UNY siap menerjunkan sumber daya akademik terbaiknya, mulai dari riset kolaboratif hingga kemungkinan pengembangan program studi dan fasilitas pendidikan langsung di bumi NTB.
”Kami hadir untuk membangun sinergi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ini adalah komitmen UNY untuk berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya di kawasan timur Indonesia,” ungkap Prof. Sumaryanto.




