MATARAM — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat akhirnya resmi terbebas dari jerat finansial yang selama bertahun-tahun menekan ruang gerak operasionalnya. Utang kontraktual rumah sakit rujukan utama regional tersebut sebesar Rp91,45 miliar kini telah dinyatakan tuntas diselesaikan 100 persen.
Pencapaian krusial ini merupakan hasil dari estafet manajemen yang agresif. Jajaran direksi sebelumnya tercatat telah mengangsur sebesar Rp44,76 miliar. Langkah tersebut kemudian diakselerasi secara radikal oleh Direktur anyar RSUD NTB, drg. H. Asrul Sani, M.Kes., yang berhasil melunasi sisa utang sebesar Rp46,67 miliar hanya dalam waktu satu bulan sejak resmi menjabat.
Dalam rapat evaluasi khusus bersama Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, ditegaskan bahwa penyelesaian liabilitas ini bukan sekadar pencapaian administratif belaka, melainkan momentum pembalikan arah bagi tata kelola kesehatan daerah.
Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, menyampaikan pesan langsung dari Gubernur bahwa kesehatan fiskal rumah sakit harus berbanding lurus dengan peningkatan mutu layanan di baris terdepan.
”Ukuran keberhasilan rumah sakit bukan hanya besar gedungnya, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan pelayanan yang cepat, nyaman, manusiawi, dan memberi rasa aman,” ujar Ahsanul Khalik meneruskan instruksi Miq Iqbal.
Dengan hilangnya beban utang tersebut, ruang fiskal RSUD NTB kini berada dalam kondisi jauh lebih sehat. Manajemen baru dipastikan bakal langsung mengalihkan fokus pada tiga strategi utama: penguatan pengendalian belanja untuk menjaga stabilitas arus kas, percepatan penyelesaian klaim BPJS Kesehatan guna menghindari dispute anggaran, serta optimalisasi aset untuk diversifikasi sumber pendapatan baru di luar layanan medis konvensional.
STRATEGIC AUDIT: PENYELESAIAN LIABILITAS RSUP NTB
| Komponen Anggaran | Nilai Pembayaran / Rencana Strategis |
|---|---|
| Total Utang Kontraktual | Rp91,45 Miliar (Status: 100% Lunas) |
| Porsi Direksi Sebelumnya | Rp44,76 Miliar |
| Akselerasi Direksi Baru | Rp46,67 Miliar (Diselesaikan dalam 1 Bulan) |
| Arsitektur Jangka Pendek | Percepatan klaim BPJS & Diversifikasi pendapatan non-medis |
Audit Strategis: Getnews Data Intelligence Unit | Sektor Tata Kelola Layanan Kesehatan 2026.




