Nasional

Panen Raya di BUBK Kebumen, Prabowo Targetkan Indonesia Produsen Udang Nomor Satu Dunia

KEBUMEN — Presiden RI Prabowo Subianto memimpin langsung jalannya panen raya udang serta meninjau fasilitas sortir pasca-panen di kawasan tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu, 23 Mei 2026. Dalam kunjungan kerja strategis tersebut, Kepala Negara menegaskan peta jalan (roadmap) maritim Indonesia untuk merebut posisi sebagai produsen udang terbesar di panggung global.

​Kawasan BUBK Kebumen yang berdiri di atas lahan seluas 100 hektare ini menjadi proyek percontohan (pilot project) nasional untuk implementasi best practice budi daya udang modern. Pemerintah menerapkan sistem tata kelola akuakultur terpadu guna memastikan produktivitas tinggi dengan risiko mortalitas komoditas yang rendah.

AUDIT STRUKTUR PRODUKSI & INFRASTRUKTUR BUBK

Metrik OperasionalKapasitas & Proyeksi Fiskal TambakArsitektur Teknologi Ekologis (GAP)
Skala GeografisTotal Lahan: 100 Hektare | Alokasi: 206 Petak Kolam Produksi Aktif.1. Pemisahan mutlak sirkulasi saluran Inlet dan Outlet untuk mencegah kontaminasi patogen.

2. Filtrasi biologi pada Kolam Tandon dan optimalisasi pasokan via saluran Intake utama.

3. Pembersihan residu organik melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebelum dilepas ke laut.
Yield & OmsetRp67,2 Miliar / Siklus
Potensi Agregat: Rp134,4 Miliar / Tahun.
Impak Sosio-EkonomiPenyerapan ratusan tenaga kerja pesisir lokal dan peningkatan nilai tambah ekspor.

Audit Strategis: Getnews Data Intelligence Unit | Kedaulatan Pangan & Sektor Maritim Nasional, Mei 2026.

​Saat menginspeksi infrastruktur tambak, Presiden Prabowo meninjau alur operasional teknologi tinggi yang mengintergrasikan saluran air masuk (intake), kolam tandon stabilisasi, pemisahan rigid antara saluran inlet (air bersih) dan outlet (air buangan), kolam produksi, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ramah lingkungan.

​”Dengan potensi geografis dan teknologi yang ada, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi produsen udang nomor satu di dunia,” ujar Presiden Prabowo optimistis.

​Secara kalkulasi ekonomi makro, BUBK Kebumen yang mengoperasikan 206 petak kolam intensif ini mencatatkan performa fiskal yang sangat menjanjikan. Kawasan ini mampu menghasilkan nilai produksi menembus Rp67,2 miliar per satu siklus budi daya. Dengan pengelolaan yang konsisten, klaster tambak modern ini berpotensi meraup omset hingga Rp134,4 miliar per tahun, sekaligus menyerap ratusan tenaga kerja lokal secara langsung.

​Pemerintah menempatkan udang sebagai salah satu komoditas perikanan strategis nasional. Komoditas ini tidak hanya bertindak sebagai pilar penguat ketahanan pangan nasional, tetapi juga diproyeksikan menjadi mesin pencetak devisa (revenue generator) baru yang berkelanjutan di luar sektor migas dan mineral ekstraktif.

​Melalui penerapan regulasi tata kelola modern serta adopsi kaidah Good Aquaculture Practices (GAP) secara ketat, Indonesia bersiap mengeskalasi penetrasi dan daya saing ekspor produk perikanan di pasar swalayan global. Presiden Prabowo menegaskan bahwa komitmen investasi pada proyek produktif berbasis padat karya ini akan terus dipercepat guna menciptakan nilai tambah ekonomi serta memperkokoh struktur perekonomian rakyat di wilayah pesisir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *