JAKARTA — Sebuah momen menarik mewarnai peninjauan lapangan pelaksanaan program prioritas nasional di ibu kota. Presiden RI Prabowo Subianto mengaku sempat mencicipi langsung hidangan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat melakukan kunjungan kerja bersama pengusaha sekaligus motivator tersohor asal Amerika Serikat, Tony Robbins, di salah satu sekolah di kawasan Jakarta Barat pada Selasa, 2 Juni 2026.
Kualitas rasa hidangan yang disajikan ke meja rombongan kepala negara tersebut diakui memiliki cita rasa yang sangat baik. Namun, hal tersebut justru memantik reaksi jenaka sekaligus bernada selidik dari Presiden Prabowo. Ia berkelakar dengan melempar kecurigaan bahwa pihak pengelola dapur satuan pelayanan sengaja mendongkrak kualitas masakan karena telah mengendus bocoran informasi mengenai rencana kedatangan dirinya ke lokasi sekolah tersebut.
”Nasinya enak, pulen. Saya curiga ini khusus, karena sudah dapat info Presiden mau datang,” ujar Prabowo Subianto sembari melempar senyum di hadapan para hadirin.
Komitmen Kualitas Tanpa Pengondisian Formalitas
Meski disampaikan dalam suasana penuh kelakar, gestur selidik Presiden Prabowo ini secara substansial selaras dengan doktrin ketat yang ia suarakan sebelumnya dalam rapat konsolidasi nasional. Kepala Negara menuntut agar seluruh ekosistem pelaksana pangan tidak melakukan manipulasi kualitas serta menuntut standardisasi mutu yang konsisten—baik saat ditinjau oleh pejabat negara maupun dalam operasional harian bagi anak-anak sekolah. Kehadiran tokoh global seperti Tony Robbins dalam peninjauan tersebut juga mempertegas bahwa transparansi serta keandalan rantai pasok program MBG kini berada di bawah pengawasan ketat, tidak hanya oleh instansi penegak hukum domestik, melainkan juga oleh sorotan mata internasional.




