Lombok Utara PENDIDIKAN

Kebut Tahun Ajaran Baru, Kemen PU Percepat Proyek Sekolah Rakyat Lombok Utara

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) progres pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Barat di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. (Foto: Humas Kemen PU) GETNEWS.

MATARAM — Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) secara agresif memacu akselerasi pembangunan infrastruktur pendidikan berkonsep asrama bagi masyarakat marjinal di wilayah kepulauan Nusa Tenggara Barat. Otoritas pusat resmi mempercepat penyelesaian proyek pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi NTB di Kabupaten Lombok Utara agar infrastruktur strategis tersebut dapat fungsional dan mulai dioperasikan pada tahun ajaran baru 2026/2027 mendatang. Program ini dirancang khusus sebagai instrumen intervensi sosial pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak yang lahir dari klaster keluarga prasejahtera.

​Menteri PU, Dody Hanggodo, memaparkan bahwa kompleks Sekolah Rakyat Lombok Utara ditetapkan menjadi salah satu lokasi prioritas utama di wilayah NTB. Langkah tersebut diambil lantaran daerah ini dinilai memiliki tingkat kesiapan lahan (land clearing) yang matang serta progres konstruksi fisik hulu yang bergerak jauh lebih maju jika disandingkan dengan sejumlah lokasi pemetaan proyek lainnya di Bumi Gora.

​“Ini akan jadi tumpuan Sekolah Rakyat di NTB. Yang lain masih menghadapi berbagai kendala kesiapan lahan dan akses. Karena itu saya minta progres di sini terus dipercepat agar minimal dapat fungsional sehingga adik-adik kita sudah bisa mulai sekolah di sini,” tegas Dody Hanggodo dalam taklimat resminya usai melakukan inspeksi visual langsung ke lokasi pembangunan di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Rabu, 3 Juni 2026.

Kerahkan Kontraktor Tiga Shift dan Gandeng TNI

​Berdasarkan basis data evaluasi teknis hulu hingga akhir Mei 2026, akumulasi progres fisik pembangunan tercatat telah menembus angka 45,42 persen. Kementerian PU menilai visualisasi capaian di lapangan ini mencerminkan adanya lonjakan percepatan konstruksi yang sangat signifikan dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir.

​Dody Hanggodo menguraikan bahwa guna mengunci target fungsional tengah tahun ini, kementerian menerapkan kombinasi strategi percepatan yang ketat. Langkah taktis tersebut meliputi mobilisasi penambahan alat berat, pelipatgandaan jumlah tenaga kerja lokal, pemberlakuan sistem kerja lembur berkala (dua hingga tiga shift), percepatan rantai pasok pengadaan material, hingga modifikasi metode konstruksi agar pekerjaan struktur bangunan berjalan lebih efisien.

​Kompleks Sekolah Rakyat NTB di Lombok Utara ini dirancang sebagai kota pendidikan mini terintegrasi yang berdiri di atas lahan ulayat seluas 6,71 hektare, dengan total luas bangunan lantai mencapai 28.445,78 meter persegi. Masterplan fasilitas pendidikan ini didesain paripurna mencakup ketersediaan jenjang SD, SMP, hingga SMA. Selain gedung ruang kelas, area ini dilengkapi dengan asrama siswa dan guru, masjid, kantin, gedung serbaguna, lapangan olahraga, serta berbagai fasilitas penunjang akademis lainnya.

​Eksekusi pembangunan fisik megaproyek yang menelan pagu nilai kontrak fantastis sebesar Rp241,97 miliar bersumber dari APBN ini juga mendapat sokongan pengamanan melekat dari institusi TNI. Personel militer dikerahkan untuk membantu percepatan pekerjaan teknis struktural di lapangan.

​Menteri PU menegaskan bahwa investasi anggaran jumbo untuk Sekolah Rakyat ini merupakan komitmen jangka panjang negara dalam menaikkan indeks pembangunan manusia (IPM) regional. “Yang Bapak kerjakan ini mulia. Ini sekolah untuk adik-adik kita yang berada di garis prasejahtera. Jadi saya minta komitmen ini terus dijaga,” pungkas Dody memotivasi jajaran vendor di lapangan.

INDONESIA INSIGHTS: STRATEGIC AUDIT PROGRES INFRASTRUKTUR SEKOLAH RAKYAT LOMBOK UTARA

Metrik Finansial & GeografisSpesifikasi Konstruksi & Klaster FailitasOutput Manajemen Risiko & Ketahanan Regional
Alokasi Pagu Anggaran:
Rp241,97 Miliar (Sumber: APBN).

Lokasi Proyek:
Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Progres Fisik (Mei 2026):
45,42%
1. Luas Lahan Makro: 6,71 Hektare (Luas Bangunan: 28.445,78 m²).

2. Klaster Pendidikan: Integrasi jenjang SD, SMP, dan SMA.

3. Fasilitas Dormitori: Asrama siswa & guru, masjid, gedung serbaguna, lapangan olahraga.
1. Mitigasi Kelangkaan Lahan: Penunjukan Lombok Utara sebagai hub prioritas berhasil mengisolasi risiko keterlambatan proyek nasional akibat sengketa lahan yang masih membayari lokasi Sekolah Rakyat lain di NTB.

2. Kontrol Mutu Beton: Pola percepatan kerja menggunakan 3 shift menuntut pengawasan ketat dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemen PU bersama tim teknis TNI guna mengantisipasi penurunan kualitas struktural bangunan (structural deficiency).

3. Dampak IPM Komoditas: Akselerasi asrama terpadu ini ditargetkan mampu memangkas angka putus sekolah di lingkar garis kemiskinan ekstrim NTB, sekaligus mentransformasi angkatan kerja lokal menyongsong kompetisi industri pariwisata Mandalika.

Audit Strategis: Getnews Infrastructure & Fiscal Audit Unit | Penilaian Kinerja Pengadaan Konstruksi Publik, Manajemen Aset Negara, dan Perlindungan Sosial, Juni 2026.

Foto cover: Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) progres pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Barat di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. (Foto: Humas Kemen PU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *