DI SAAT WARGANET masih sibuk bikin petisi agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipensiunkan dini, Presiden Prabowo Subianto justru mengambil langkah sebaliknya: mempertebal barisan benteng pertahanan urusan piring terbang ini. Bukannya mengerem, Istana resmi melantik trio penguasa baru Badan Gizi Nasional (BGN).

​Nanik Sudaryati Deyang kini sah menyandang gelar Kepala BGN. Demi memastikan pembagian susu dan nasi kotak tidak ambyar di jalan, Nanik dikawal oleh dua wakil sekaligus, yaitu Trenggono dan Agustina Arumsari. Tak cukup sampai di situ, gerbong pelantikan ini juga mengangkut tokoh buruh kondang, Said Iqbal, yang ditarik masuk Istana menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. Sebuah kombinasi kabinet yang unik: yang satu mengurusi gizi anak sekolah, yang satu mengurusi nasib bapaknya yang buruh.

Bagi Bu Nanik dan kolega, kursi baru ini jelas bukan tempat untuk duduk santai sambil menikmati jatah makan siang gratis. Tugas mereka luar biasa berat, yakni membuktikan kepada netizen yang telanjur sinis bahwa anggaran triliunan rupiah tidak akan berakhir menjadi menu makanan layu yang bikin mules massal. Mereka harus menyulap proyek yang penuh drama administratif ini menjadi sesuatu yang benar-benar bisa dikunyah dengan aman.

​Sementara itu, masuknya Said Iqbal ke lingkaran dalam Istana bak oase di tengah gurun bagi kaum pekerja—atau minimal bagi rombongan demonstran yang biasa memadati jalanan. Dengan status baru sebagai penasihat khusus, Said Iqbal kini punya akses VIP untuk membisiki Presiden tentang bagaimana rasanya menjadi kelas menengah yang hidupnya makin kejepit.

​Pada akhirnya, pelantikan ini seperti mengirimkan pesan tersirat dari Istana kepada para pengkritik di media sosial: Kalian boleh saja ribut di Twitter, tapi kami sudah telanjur beli piring dan sendok baru. Selamat bekerja untuk para pejabat baru, semoga gizinya tidak hanya berputar di sekitaran ruang rapat Istana saja.

INFORMASI UTAMA

Presiden melantik jajaran pimpinan baru Badan Gizi Nasional dan menetapkan Said Iqbal sebagai penasihat ketenagakerjaan guna memperkuat stabilitas program strategis. Laporan selengkapnya dapat diakses melalui setneg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *