AMBARA

Intelijen Langit ala Presiden Prabowo

PRESIDEN PRABOWO Subianto kembali mempertontonkan kemampuan retorika tingkat dewa yang sukses membuat para pengusaha muda di Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI terkesima—atau mungkin sedikit merinding. Di hadapan konglomerat muda yang biasa menghitung valuasi bisnis, Prabowo justru melompat jauh melampaui dimensi anggaran belanja dengan meluncurkan janji politik paling metafisik tahun ini.

​Dalam pidatonya yang berapi-api, sang Presiden menegaskan bahwa jika kelak takdir menjemput dan dirinya harus berpulang menghadap Sang Pencipta, tugas kenegaraannya tidak serta-merta pensiun. Prabowo berjanji akan tetap “memantau dari atas” bagaimana jalannya roda pemerintahan dan nasib pembangunan bangsa Indonesia di masa depan. Sebuah konsep pengawasan melekat (waskat) tingkat lanjut yang jelas belum pernah diatur dalam draf RUU aparatur sipil negara mana pun.

Bagi para loyalis dan barisan pengagumnya, ucapan tersebut adalah puncak dari manifestasi cinta tanah air. Sebuah ungkapan patriotisme paripurna dari seorang pemimpin yang merasa waktu biologisnya terlalu pendek untuk menuntaskan mimpi-mimpi besar membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berkembang. Logikanya, jika di dunia saja ia sanggup mendatangi undangan Trump, Putin, dan Xi Jinping demi marwah negara, maka memantau Indonesia dari dimensi lain adalah perkara kecil.

​Namun, bagi sebagian warga net yang hobi berpikir praktis, janji “intelijen langit” ini tentu memicu imajinasi yang menggelitik. Para menteri kabinet—terutama tim ekonomi yang belakangan pening mengatur utak-atik kursi Lapangan Banteng atau mengurusi drama manipulasi anggaran dapur gizi—tampaknya harus mulai ekstra waspada sejak dini. Bayangkan, betapa tidak tenangnya memimpin rapat koordinasi jika Anda tahu bahwa mantan bos Anda sedang mengawasi jalannya sidang kabinet langsung dari atas awan, tanpa perlu jaringan internet atau sinyal satelit.

​Ajakan Prabowo agar pengusaha HIPMI terus berinovasi dan menciptakan lapangan kerja sebenarnya adalah pesan makro yang sangat standar. Yang tidak standar adalah gaya penyampaiannya yang selalu berhasil mencuri panggung utama. Pada akhirnya, pidato spiritual-politik ini mengirimkan pesan psikologis yang amat kuat kepada generasi penerus: silakan kalian korupsi anggaran makanan gratis atau main belakang lewat portal sistem aplikasi, tapi ingat, pengawasan dari atas itu nyata, dan kali ini pelakunya bukan sekadar malaikat pencatat amal.

INFORMASI UTAMA

Pernyataan emosional Presiden Prabowo mengenai komitmen pengawasan spiritual terhadap masa depan Indonesia memicu diskursus luas di ruang publik. Kerangka laporan makro terkait agenda nasional ini dapat diakses di portal Kompas.com.

Foto cover: Presiden Prabowo tetap memantau ‘Kita’ (Dijepret fengan angle yang presisi oleh BPMI Setpres)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *