GET DATA MACRO

Tekanan Inflasi Musiman di Bumi Gora

GETNEWS.CO.ID, Mataram — Laju inflasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menunjukkan tren pengetatan pada penutupan paruh pertama tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB melaporkan inflasi tahunan (year-on-year) pada Juni 2026 menyentuh angka 3,55 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) bertengger di level 112,60.

​Secara bulanan (month-to-month), NTB mencatatkan inflasi tipis sebesar 0,37 persen, sementara laju inflasi tahun kalender (year-to-date) merangkak ke angka 2,12 persen. Angka-angka ini mencerminkan dinamika harga domestik yang rentan terhadap guncangan rantai pasok kepulauan, di mana biaya logistik antarwilayah kerap mendistorsi stabilitas harga pangan dasar.

​Emas dan Pangan Jadi Motor Utama

​Melonjaknya inflasi tahunan di NTB utamanya didorong oleh kelompok pengeluaran Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yang meroket hingga 14,00 persen, dengan andil inflasi (share) mencapai 0,90 persen. Komoditas emas perhiasan menjadi aktor intelektual utama di kelompok ini, dipicu oleh reli harga komoditas global yang terus mencari level tertinggi baru.

​Di sektor riil masyarakat, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau tetap menjadi momok utama inflasi dengan kenaikan 4,13 persen dan menyumbang andil terbesar ke total inflasi, yakni 1,53 persen. Komoditas harian seperti minyak goreng, bensin, sigaret kretek mesin, bawang merah, cabai rawit, hingga tarif air minum PAM tercatat dominan memberikan sumbangan kenaikan harga di tingkat konsumen.

​Ketimpangan Spasial Laju Harga

​Secara tata ruang, anomali harga terlihat jelas dari disparitas inflasi antarwilayah cakupan IHK di NTB. Kota Bima menjadi wilayah dengan daya tekanan hidup tertinggi, sementara Sumbawa justru relatif lebih dingin dari pusaran kenaikan harga global.

  • Kota Bima: Mencatatkan inflasi tertinggi di NTB mencapai 4,88 persen dengan IHK sebesar 113,39. Ketertinggalan infrastruktur logistik pasokan ke wilayah timur pulau disinyalir memperparah premium harga.
  • Kota Mataram: Berada di zona tengah dengan inflasi tahunan sebesar 3,74 persen dan tingkat IHK 112,64.
  • Sumbawa: Menjadi daerah dengan laju inflasi terendah di angka 2,85 persen. Melimpahnya pasokan pertanian lokal di pulau ini menjadi bantalan efektif peredam guncangan harga pangan eksternal.

​Anatomi Performa Harga Wilayah NTB

​Berikut adalah rangkuman indikator stabilitas harga berbasis data Berita Resmi Statistik BPS Provinsi NTB No. 41/07/52/Th. XX:

Wilayah Pemantauan IHKIndeks Harga Konsumen (IHK)Tingkat Inflasi (YoY)
Kota Bima113,394,88%
Kota Mataram112,643,74%
Kabupaten Sumbawa112,272,85%
Provinsi NTB (Headline)112,603,55%

Bagi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTB, tren pengetatan harga di pertengahan tahun ini mengirimkan sinyal intervensi yang mendesak. Keberhasilan menjaga daya beli warga tidak lagi sekadar urusan operasi pasar murah musiman, melainkan kemampuan jangka panjang dalam meretas inefisiensi jalur logistik maritim yang selama ini mengerek harga di wilayah timur Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *