MATARAM — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa keberhasilan sebuah tata kelola pemerintahan yang baik tidak boleh hanya bergantung pada figur seorang pemimpin semata. Menurutnya, sistem yang kokoh adalah fondasi agar pelayanan publik tetap berjalan secara efektif dan berkelanjutan meskipun terjadi pergantian kepemimpinan.
Pesan tersebut disampaikan oleh Gubernur NTB saat memberikan pembekalan kepada 60 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIII di BPSDM Provinsi NTB.
| Pilar Kebijakan | Fokus Strategis |
|---|---|
| Peran ASN | Menjadi institutional memory roda pemerintahan |
| Digitalisasi | Sebagai akselerator setelah sistem rapi |
| Orientasi Jangka Panjang | Konsistensi sistem melampaui program populis |
- ASN sebagai Penjaga Keberlanjutan: Politisi datang dan pergi setiap lima tahun, tetapi Aparatur Sipil Negara (ASN) bertindak sebagai institutional memory yang memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik terus berjalan stabil.
- Pembenahan Sistem sebelum Digitalisasi: Digitalisasi diposisikan sebagai akselerator; jika teknologi diterapkan pada sistem yang belum tertata rapi, hal tersebut justru hanya akan mempercepat kekeliruan.
- Komitmen Jangka Panjang: Pembangunan sistem memerlukan keberanian serta konsistensi jangka panjang, bukan sekadar berfokus pada program-program populis yang bersifat instan.
- Wawasan Global: Birokrasi di masa depan dituntut untuk memahami dinamika global serta memperkuat penguasaan rantai nilai (value chain) daerah.
Membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan berdampak nyata dinilai sebagai warisan terbaik atau amal jariyah birokrasi bagi generasi mendatang.




