SOSOK

“Butcher of Bosnia” Ratko Mladić Tutup Usia di Den Haag

​Perjalanan hidup Ratko Mladić, mantan jenderal militer Serbia-Bosnia yang paling ditakuti dan dicap sebagai dalang kejahatan kemanusiaan, resmi berakhir. Mladić, yang dijuluki sebagai “Butcher of Bosnia” atau Tukang Jagal Bosnia, meninggal dunia di dalam tahanan di Den Haag, Belanda, pada usia 84 tahun.

​Kematian Mladić menutup lembaran kelam salah satu penjahat perang paling ikonik dalam sejarah modern Eropa pasca-Perang Dunia II, yang menghabiskan dekade terakhir hidupnya di balik jeruji besi akibat vonis seumur hidup atas genosida Srebrenica.

​Berikut adalah rekam jejak perjalanan hidup sang jenderal hingga akhir hayatnya:

1. Masa Muda dan Karier Militer (1942–1991)

  • 1942: Lahir di Desa Bozanovici, Kerajaan Yugoslavia (wilayah Bosnia dan Herzegovina saat ini), dari keluarga yang memiliki latar belakang perlawanan komunis terhadap Blok Poros pada Perang Dunia II.
  • 1965–1966: Memulai karier militernya di usia 22 tahun dengan bergabung bersama Tentara Rakyat Yugoslavia (JNA), lalu menikah dengan Bosiljka Jedic.
  • 1991: Dipromosikan menjadi mayor jenderal dan memimpin departemen operasional militer di tengah gelombang disintegrasi Yugoslavia.

2. Puncak Kekejaman: Pengepungan Sarajevo dan Genosida Srebrenica (1992–1995)

  • 1992–1995 (Pengepungan Sarajevo): Di bawah komando Mladić, pasukan Serbia-Bosnia mengepung ibu kota Sarajevo selama 1.460 hari—menjadikannya pengepungan terpanjang dalam sejarah modern yang menewaskan lebih dari 11.500 jiwa akibat hujan artileri.
  • Juli 1995 (Genosida Srebrenica): Pasukan Mladić merebut daerah enklave Srebrenica yang sebelumnya dideklarasikan sebagai “zona aman” oleh PBB. Dalam tragedi kemanusiaan terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II tersebut, lebih dari 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim Bosniak dibantai secara sistematis.

3. Pelarian Panjang dan Penangkapan (1995–2011)

  • 1995–1996: Tribunal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) resmi mendakwa Mladić bersama pemimpin politik Radovan Karadžić atas kejahatan perang dan genosida.
  • 1997–2011: Mladić menghilang dan hidup dalam pelarian di berbagai wilayah persembunyian di Serbia dan Bosnia.
  • 26 Mei 2011: Pelarian panjangnya berakhir setelah aparat keamanan menangkapnya di sebuah rumah sepupu di Lazarevo, Serbia utara, sebelum akhirnya diekstradisi ke Den Haag.

4. Pengadilan, Vonis, dan Akhir Hayat (2011–2026)

  • November 2017: Majelis hakim menjatuhkan vonis penjara seumur hidup kepada Mladić setelah dinyatakan bersalah atas genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
  • Juni 2025: Permohonan banding untuk pembebasan atas alasan medis ditolak pengadilan, meskipun kondisi kesehatannya terus memburuk dan pihak keluarga menyebut usianya tinggal hitungan bulan.
  • 27 Agustus 2026: Mladić meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit dalam masa tahanannya di Den Haag, mengakhiri babak pertanggungjawaban hukum atas dosa-dosa masa lalunya di tanah Balkan.
SUMBER ARSIP: AL JAZEERA TIMELINE RATKO MLADIC
Foto cove: Mural mantan kepala militer Serbia-Bosnia, Ratko Mladić, yang dinodai dengan cat di Belgrade, Serbia [File: Darko Vojinovic/AP].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *