MATARAM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penilaian Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Tahun 2026 di Ruang Rapat Tambora Kantor Gubernur NTB, Kamis, 3 September 2026.
Kegiatan sinkronisasi data lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini diselenggarakan guna menindaklanjuti arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Perwakilan Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB, Edy S. Purban, turut mendampingi proses pengumpulan serta verifikasi dokumen pendukung dari masing-masing instansi terkait.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin, menegaskan bahwa penyusunan IKD bukan sekadar formalitas administrasi. Menurutnya, penilaian ini menjadi instrumen evaluasi terukur untuk memetakan kapasitas serta kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman bencana.
Peningkatan capaian IKD ditargetkan mampu mendorong penguatan infrastruktur mitigasi, integrasi kebijakan antar-dinas, serta peminimalan dampak risiko bencana secara nyata di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Strategic Audit: Penilaian Indeks Ketahanan Daerah (IKD) NTB 2026
| Fokus Strategis | Rincian Pelaksanaan & Target Output |
|---|---|
| Agendakan Kegiatan | FGD Penilaian Indeks Ketahanan Daerah (IKD) NTB Tahun 2026. |
| Landasan Kebijakan | Sinkronisasi data lintas OPD sesuai arahan BNPB. |
| Pendampingan Teknis | Verifikasi dokumen oleh Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB. |
| Target Capaian | Penguatan infrastruktur mitigasi, integrasi kebijakan antar-dinas, serta peminimalan risiko bencana. |
*Source: Data BPBD Provinsi NTB (Processed Data)




