Nusa Tenggara Barat

Program Desa Berdaya Iqbal-Dinda Mendorong Kemandirian Ekonomi Peternakan Desa di NTB

​MATARAM — Program unggulan “Desa Berdaya” besutan Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal dan Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda), mulai menunjukkan dampak positif konkret terhadap transformasi perekonomian masyarakat pedesaan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.

​Melalui skema pembangunan yang bersifat tematik dan transformatif, intervensi program fokus pada penguatan usaha peternakan produktif, seperti budidaya ayam petelur dan penggemukan sapi potong. Sejumlah kelompok ternak penerima manfaat dari Lombok Timur hingga Lombok Barat kini dilaporkan berhasil memproduksi hasil ternak secara mandiri dan berkelanjutan.

​Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi NTB, Muhamad Riadi, S.P., menekankan bahwa esensi utama program ini adalah mengubah pola piker dari sekadar penerima bantuan menjadi pengelola usaha yang produktif. Pemerintah desa bersama kelompok masyarakat diimbau untuk terus menjaga transparansi dan mengembangkannya sebagai aset ekonomi desa.

​

Audit Strategis: Transformasi Kemandirian Ekonomi Program Desa Berdaya Iqbal-Dinda

​
Vektor ProgramRincian Substantif & Skema Pemberdayaan
Inisiatif UtamaProgram Desa Berdaya Iqbal-Dinda berbasis pendekatan tematik & transformatif.
Komoditas UnggulanPengembangan budidaya ayam petelur dan skema penggemukan sapi potong.
Sebaran Wilayah PilotKawasan pedesaan di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Barat, hingga kabupaten/kota se-NTB.
Instansi PengampuDinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi NTB.
​

*Sumber: Diskominfotik Prov NTB / Disnakkeswan NTB (Data Diolah)

Keberlanjutan Perekonomian Berbasis Sektor Peternakan

​Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para penerima manfaat melalui pelatihan teknis, pengawasan kesehatan hewan, hingga pembukaan akses pasar produk ternak lokal.

​Sinergi antara Pemprov NTB, pemerintah desa, dan kelompok peternak diharapkan menjadi pilar utama penciptaan lapangan kerja baru serta penguatan ketahanan pangan desa berbasis potensi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *