NEWS

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Jadi Pembicara WCCE 2026, Siap Bawa Ekonomi Kreatif Daerah ke Kancah Global

​MATARAM — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal (Miq Iqbal), dipastikan menjadi salah satu pembicara utama dalam ajang internasional The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 di Jakarta.

​Gubernur NTB dijadwalkan mengisi sesi panel strategis bertajuk “Unlocking Creative Potential from the Region” pada 23 Oktober 2026. Dalam forum global ini, panitia WCCE secara khusus memperkenalkan Miq Iqbal sebagai Gubernur NTB yang menjabat sejak Februari 2025 sekaligus diplomat karier yang pernah mengemban amanah sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Türkiye pada periode 2019–2023.

​Pengalaman diplomasi internasional yang kuat menjadi modal utama Gubernur NTB untuk mendorong percepatan pembangunan ekonomi kreatif daerah, memperluas jejaring kerja sama internasional, serta mempromosikan keunggulan potensi budaya dan ekonomi Indonesia di panggung dunia.

​

Audit Strategis: Profil Pembicara & Kiprah Gubernur NTB di Forum WCCE 2026

​
Vektor ParameterRincian Substantif & Agenda Forum
Nama & Jabatan PembicaraLalu Muhamad Iqbal (Gubernur Nusa Tenggara Barat sejak Februari 2025).
Forum & Sesi PanelThe 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) | Sesi: “Unlocking Creative Potential from the Region” (23 Oktober 2026).
Latar Belakang DiplomatikDiplomat Karier Kemenlu RI & Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Türkiye (2019–2023).
Misi Strategis DaerahAkselerasi ekonomi kreatif berbasis potensi lokal NTB, pembukaan pasar ekspor ekraf, serta penjajakan kerja sama internasional.
​

*Sumber: World Conference on Creative Economy / Kementerian Ekraf (Data Diolah)

Mendorong Potensi Ekonomi Kreatif Daerah ke Pasar Global

​Partisipasi Gubernur NTB dalam WCCE 2026 diharapkan mampu membuka peluang investasi baru bagi sektor ekonomi kreatif di Nusa Tenggara Barat, mulai dari seni pertunjukan, kriya, fesyen tenun, hingga pariwisata berkelanjutan. Kombinasi latar belakang diplomatik dan kepemimpinan daerah dinilai menjadi kekuatan strategis untuk mengoneksikan para pelaku ekraf lokal NTB dengan ekosistem ekonomi kreatif global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *