Skip to content
getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • FREE PALESTINE
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • Nusa Tenggara Barat
  • FREE PALESTINE
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • Nusa Tenggara Barat
Close

Search

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • FREE PALESTINE
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • Nusa Tenggara Barat
  • FREE PALESTINE
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • Nusa Tenggara Barat
Close

Search

Nusa Tenggara BaratPENDIDIKAN

Bo’ Sangaji Kai Diakui UNESCO, Gubernur Iqbal Dorong Pengintegrasian ke Kurikulum Pendidikan

By Redaksi GETNEWS.
6 November 2026 2 Min Read
0

​MATARAM — Warisan intelektual abad ke-17 hingga ke-19 dari Kesultanan Bima, naskah kuno Bo’ Sangaji Kai, secara resmi meraih pengakuan internasional dengan ditetapkan masuk ke dalam Register Regional Memory of the World Asia-Pasifik (MOWCAP) UNESCO Tahun 2026.

​Naskah kuno berharga ini tidak sekadar merekam catatan administrasi pemerintahan kesultanan di masa lampau, melainkan juga menyimpan khazanah pengetahuan bersejarah. Di dalamnya terangkum rekam jejak diplomasi regional, kesaksian sejarah letusan dahsyat Gunung Tambora pada tahun 1815, hingga sistem kepemimpinan dan tata hukum progresif yang menjamin perlindungan bagi perempuan pada eranya.

​Menyambut penetapan bersejarah tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal (Miq Iqbal), mendorong pengalihbahasaan naskah secara komprehensif ke dalam bahasa Indonesia agar dapat diintegrasikan sebagai materi muatan lokal dalam kurikulum pendidikan, khususnya di kawasan budaya Mbojo.

​

Audit Strategis: Pengakuan UNESCO & Rencana Pelestarian Naskah Bo’ Sangaji Kai

​
Vektor ParameterRincian Substantif & Kebijakan Literasi Pemprov NTB
Penetapan InternasionalMasuk Register Regional Memory of the World Asia-Pasifik (MOWCAP) UNESCO 2026.
Asal Usul & Kurun WaktuNaskah kuno Kesultanan Bima abad ke-17 hingga ke-19.
Isi & Nilai HistorisCatatan administrasi kesultanan, diplomasi regional, saksi letusan Gunung Tambora 1815, serta tata hukum perlindungan perempuan.
Arahan Gubernur NTBPengalihbahasaan ke Bahasa Indonesia & pengintegrasian ke kurikulum muatan lokal sekolah di wilayah budaya Mbojo.
​

*Sumber: Keterangan Resmi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (Data Diolah per 6 November 2026)

Warisan Diplomasi, Bencana Tambora 1815, dan Perlindungan Perempuan

​Naskah Bo’ Sangaji Kai merupakan bukti otentik tingginya peradaban pemikiran dan tata kelola pemerintahan di wilayah Kesultanan Bima pada era lampau. Dokumen ini menyimpan peristiwa geopolitik penting serta dampak keikutsertaan kesultanan dalam diplomasi antarwilayah di Nusantara.

​Salah satu nilai histori berharga dalam naskah tersebut adalah kesaksian langsung atas dahsyatnya letusan Gunung Tambora pada tahun 1815 yang memengaruhi iklim dunia. Selain itu, naskah ini juga memuat klausul kepemimpinan dan hukum adat berkeadilan yang secara spesifik memberikan perlindungan hukum serta penghormatan tinggi terhadap posisi perempuan.

​Pengalihbahasaan Naskah demi Edukasi Generasi Muda NTB

​Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa pengakuan dari lembaga dunia seperti UNESCO harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata agar nilai-nilai intelektual lokal tersebut dapat dipahami oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda di NTB.

​”Kita ingin NTB mendunia bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kekayaan sejarah, budaya, dan pengetahuan yang kita miliki,” tegas Gubernur Iqbal.

​Melalui program alih bahasa dan penyusunan materi muatan lokal di kawasan budaya Mbojo (Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Dompu), Pemprov NTB berharap naskah Bo’ Sangaji Kai tidak sekadar mengendap sebagai artefak museum, melainkan bertransformasi menjadi sumber inspirasi ilmiah dan karakter bagi siswa di sekolah.

Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Miq IqbalKurikulum muatan lokal budaya Mbojo BimaNaskah kuno Bo Sangaji Kai Bima UNESCO 2026Sejarah letusan Gunung Tambora 1815 naskah Bima
Author

Redaksi GETNEWS.

Follow Me
Other Articles
Previous

Catut Nama Gubernur dan Wagub untuk Meminta Uang, Pemprov NTB Tegaskan Itu Penipuan

Next

Berebut Aset Mataram: Ketika Rumah Punya Kamu, Tapi Tanahnya Punya Aku

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • get privacy
    Copyright 2026 GETMEDIA GROUP