BALI NTT Nusa Tenggara Barat

Bali-NTB-NTT Bersatu Bangun ‘Sunda Kecil’ Baru: 5 Prioritas Raksasa Siap Guncang Ekonomi 2026

Kerjasama Regional Bali NTB NTT

Mandalika, getnews — Sebuah babak baru dalam sejarah regional Indonesia Timur Laut telah dimulai. Tiga provinsi dengan ikatan historis kuat—Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT)—secara resmi mengukuhkan komitmen untuk bergerak sebagai satu kekuatan ekonomi melalui Kerja Sama Regional Bali, NTB, NTT (KR BNN).

Dalam Rapat Kerja Sama Regional dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang digelar di Pertamina Grand Prix of Mandalika, NTB, para gubernur menetapkan lima prioritas strategis yang akan menjadi fondasi pembangunan kawasan yang dijuluki kembali sebagai ‘Sunda Kecil’.

Lima Prioritas KR BNN (Mulai 2026)

  1. Pariwisata: Satu Destinasi Wisata Terpadu
  2. Konektivitas: Pembukaan Jalur Transportasi Baru
  3. Energi: Studi Kelayakan Super Grid Energi Terbarukan
  4. Perdagangan: Inventarisasi & Pemenuhan Kebutuhan Komoditi Internal
  5. Ekspor: Bali sebagai Hub Ekspor Bersama.

Integrasi & Kooperasi: Dua Pondasi Kemajuan

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, yang memimpin rapat, menegaskan bahwa KR BNN didirikan di atas dua pilar utama: integration dan cooperation.

“Cluster pertama adalah integrasi di tiga sektor: pariwisata, energi, dan konektivitas. Cluster kedua adalah kerja sama lintas sektor,” ujar Gubernur Iqbal. “Kami sepakat bahwa kerja sama ini harus mulai berjalan secara konkret di tahun 2026.”

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari diskusi perdana di Bali (3/11) dan akan mencapai puncaknya dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada 22 Desember mendatang di NTT.

Pariwisata: Dari 3 Pulau Menjadi 1 Destinasi Dunia

Sektor pariwisata menjadi prioritas yang dianggap paling siap dieksekusi cepat. Gubernur Iqbal memetakan tiga langkah konkret untuk 2026:

• Penyusunan Tagline dan Tema Bersama: Wisatawan akan melihat Bali, NTB, dan NTT bukan lagi sebagai destinasi terpisah, melainkan sebagai “One Single Tourism Destination”.

• Promosi Bersama: Mengangkat citra kawasan secara kolektif di kancah global.

• Standar Layanan Seragam: Standarisasi hotel (bintang 3 hingga special class) untuk menjamin pengalaman wisatawan yang konsisten di seluruh kawasan.

Baca juga: Bali, NTB, dan NTT Sepakati Pembentukan KR BNN

“Supaya kita semangat kerja sama, satu harus bisnis di depan, kerja sama ekonomi, kedua harus konkret dan achievable tahun depan,” tegas Gubernur Iqbal.

Selain itu, KR BNN juga meminta Kominfo untuk menyusun Wikipedia Resmi KR BNN, lengkap dengan sejarah Sunda Kecil dan perkembangan program kerja.

Konektivitas dan Energi: Jaringan Urat Nadi Baru

Penguatan konektivitas menjadi kunci utama integrasi ekonomi. NTB mengusulkan sejumlah rencana ambisius, termasuk:

• Pengajuan jalur kapal cepat Sanur–Mandalika dan Sanur–Senggigi.

• Kajian rute Mandalika–Labuan Bajo.

• Pengembangan jalur seaplane untuk menghubungkan resor-resor unggulan.

“Kita siapkan jalur-jalur kapal cepat sebagai alternatif penerbangan antar destinasi pariwisata,” jelas Gubernur Iqbal.

Baca juga: Gubernur NTB: Bali, NTB, dan NTT harus jadi satu Kesatuan Ekonomi “Golden Triangle” Indonesia Timur

Di sektor energi, NTB melaporkan langkah awal untuk mewujudkan super grid energi terbarukan ketiga provinsi. “Kami telah meminta dukungan Pemerintah Inggris dan Singapura untuk studi kelayakan super grid energi terbarukan bagi tiga provinsi ini. Semoga bisa mulai kita kerjakan pada 2026,” tambahnya.

Perdagangan dan Ekspor: Mengisi Pasar Sendiri, Menembus Global

Dinas Perdagangan diminta segera menginventarisasi kebutuhan komoditi internal—mulai dari pertanian, peternakan, hingga kelautan. Tujuannya: memastikan kebutuhan ketiga provinsi dapat dipenuhi oleh produk dari kawasan sendiri.

Langkah terobosan terbesar adalah menyepakati tag produk ekspor bersama: “Made in Bali, NTB, dan NTT.”

“Mulai sekarang tidak ada lagi Made in Bali tapi mulai sekarang Made in Bali, NTB, dan NTT,” tegasnya, seraya mendorong Bali berfungsi sebagai hub ekspor.

Dukungan Penuh Para Gubernur

Gubernur Bali, Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M., menyambut positif inisiatif ini, menyebutnya sebagai langkah bersejarah. “Kerja sama regional Bali, NTB, NTT ini memberi harapan baru. Ini pertama kalinya tiga gubernur secara historis mengembangkan kerja sama seperti ini,” ucapnya, menekankan pentingnya memulai dari program yang nyata dan berdampak langsung.

Senada, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Lakalena, S.Si., A.pt, menyampaikan apresiasi atas kekompakan tersebut. “Konkret kita mau bikin kerja sama yang saling menguntungkan. Pemerintah, BUMN, BUMD, pengusaha, semua hadir. Ini luar biasa!”

Gubernur NTT juga menutup rapat dengan mengundang seluruh peserta, termasuk Bupati/Walikota 10 Kabupaten/Kota NTB, BUMN, dan BUMD, untuk hadir dalam kunjungan lanjutan ke Labuan Bajo, NTT, sebagai simbol keterlibatan semua pihak.

Ketiga gubernur memastikan bahwa kerja sama Bali, NTB, dan NTT akan bergerak dari konsep ke implementasi mulai 2026, memposisikan kawasan Sunda Kecil yang terintegrasi, kompetitif, dan berdaya saing global.