BANDA ACEH, getnews – Di tengah lumpur setinggi betis, perjuangan memulihkan sinyal komunikasi di Aceh pascabencana hidrometeorologi mencapai titik heroik. Para teknisi operator seluler, yang dijuluki “pejuang sinyal,” bekerja tanpa lelah memanggul genset, sementara bantuan Starlink harus diseberangkan menggunakan kabel gantung darurat.
Kiprah penuh dedikasi ini disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, saat meninjau wilayah terdampak, termasuk Pidie Jaya dan Bireuen, Kamis (4/12/2025).
Baca juga yang ini tak kalah Heroik!: “Kalau Ikhlas, Tidak Terasa Capeknya” – Welli Nofiza, Penjaga Semangat Ratusan Korban Banjir Padang
Asmir dan Rizky: Pejuang Sinyal di Tengah Lumpur
Di Meredeu, Pidie Jaya, Asmir dan Rizky Jefina, dua teknisi operator, tampak mendorong genset kecil menuju kaki menara BTS yang dikepung lumpur. Sejak bencana melanda, mereka bolak-balik menembus medan sulit.
“Baru hari ini bisa dinyalakan dengan power genset karena aliran listrik masih padam di sini,” ujar Asmir.
Jembatan ambruk, kabel serat optik (FO) putus, dan gardu listrik mati adalah tantangan yang harus mereka pecahkan. Bagi mereka, memulihkan sinyal adalah misi kemanusiaan agar bantuan bisa bergerak dan keluarga dapat saling memberi kabar.
Starlink Menyeberang Jembatan yang Roboh
Momen paling dramatis terjadi saat rombongan Wamenkomdigi tiba di Kecamatan Juli, Bireuen, di mana jembatan penghubung ke Kabupaten Bener Meriah ambruk separuh. Karena akses kendaraan terputus, warga membangun jalur kabel gantung sebagai sarana darurat.
Di sinilah Starlink dan genset harus menyeberang.
“Kita berikan satu unit Starlink kepada relawan TIK yang akan digunakan untuk kebutuhan warga berkomunikasi,” ujar Nezar Patria.
Starlink dan genset dikirim menggunakan keranjang yang meluncur di atas kabel, dibawa oleh relawan TIK bersama seorang keuchik (kepala desa) untuk menembus daerah terisolasi Bener Meriah.
BAKTI Buka Akses Satelit, Starlink Beri Harapan
Selama kunjungannya, Wamen Nezar menyalurkan total 10 unit Starlink dan 5 genset kepada pemerintah daerah dan relawan TIK. Bantuan ini menjadi jembatan komunikasi sementara ketika menara BTS belum sepenuhnya pulih (51% BTS Aceh masih down).
Kolaborasi operator seluler, PLN, Pertamina, dan Relawan TIK didukung penuh oleh BAKTI Kemenkomdigi, yang telah membuka access point satelit di sejumlah titik kritis, seperti di Aceh Tamiang.
“Kami berterima kasih Bapak Wakil Menteri Komdigi, telah datang ke Pidie Jaya. Ini pejabat yang pertama menengok kami, sekaligus menyerahkan Starlink karena ini sangat kita butuhkan,” ujar Maimun, Relawan TIK Aceh, menutup kisah perjuangan sinyal yang menghidupkan harapan di tengah duka.
infopublik.id




