JAKARTA, GETNEWS. – Industri musik tanah air tengah bersiap menyambut malam penganugerahan paling bergengsi, Indonesian Music Awards (IMA) 2025, yang akan digelar malam ini, Jumat (19/12/2025) di Jakarta. Ajang tahun ini terasa sangat istimewa dengan kehadiran kategori baru hasil kolaborasi Kementerian Ekonomi Kreatif, yakni kategori khusus bagi musisi emerging dari program Sinergi Suara.
Penghargaan ini menjadi barometer kesuksesan para musisi nasional sekaligus panggung bagi talenta daerah untuk bersinar di level tertinggi.
Nominator Utama Indonesian Music Awards 2025
Persaingan ketat terjadi di kategori-kategori utama yang melibatkan nama-nama besar yang mendominasi tangga lagu sepanjang tahun 2024-2025:
| Kategori Utama | Daftar Nominator Terpilih |
|---|---|
| Male Artist of the Year | Tulus, Pamungkas, Rizky Febian, Hindia, Nadhif Basalamah. |
| Female Artist of the Year | Lyodra, Mahalini, Tiara Andini, Salma Salsabil, Nadin Amizah. |
| Duo/Group of the Year | Juicy Luicy, Lomba Sihir, Maliq & D’Essentials, Reality Club, GAC. |
| Song of the Year | “Sial”, “Penjaga Hati”, “Kita Bikin Romantis”, “Bunga Hati”, “Gala Bunga Matahari”. |
| Special Category: Sinergi Suara | Naninson, INTHESKY, Hunian, Basajan, Satva. |
Sorotan Utama: Menanti “New Engine of Growth”
Kategori Sinergi Suara menjadi perhatian khusus karena pemenangnya adalah musisi yang dikurasi langsung dari ekosistem daerah. Seperti yang disampaikan Wamen Ekraf Irene Umar, kehadiran musisi daerah di panggung IMA 2025 adalah bukti bahwa ekosistem musik nasional kini lebih terbuka dan inklusif.
Salah satu dari lima musisi (Naninson, INTHESKY, Hunian, Basajan, atau Satva) akan membawa pulang trofi yang menandai awal karier profesional mereka di industri musik mainstream.
Sistem Penilaian
Pemenang kategori reguler ditentukan melalui kombinasi streaming data di platform Langit Musik dan public voting yang telah dilakukan selama beberapa bulan terakhir. Sementara untuk kategori Sinergi Suara, penilaian melibatkan dewan juri ahli dari praktisi industri, media (Pophariini), dan perwakilan Kemen Ekraf.
Malam penghargaan ini diharapkan tidak hanya merayakan popularitas, tetapi juga kualitas karya yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif nasional melalui aktivasi konser dan penjualan hak cipta digital.




