GET INFO — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan serius terkait penguatan Bibit Siklon 93S yang saat ini terpantau di Samudra Hindia. Dengan peluang tinggi berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu kurang dari satu hari, wilayah Bali dan Nusa Tenggara (NTB & NTT) menjadi salah satu zona terdampak yang paling disorot, terutama terkait risiko di sektor kelautan dan keselamatan pesisir.
Baca juga: Begini Cara Melihat Ancaman Siklon 93S Lewat Screenshot Satelit Malam Ini
1. Fokus Dampak: Bali, NTB, dan NTT
Meskipun pusat Bibit Siklon 93S berada di Selatan Jawa Barat, efek domino berupa “ekor” siklon membawa dampak langsung ke wilayah timur:
- Risiko Gelombang Laut: Perairan Selatan Jawa hingga NTB dan NTT diprediksi akan mengalami kenaikan gelombang laut signifikan dalam rentang 1,5 hingga 2,5 meter. Hal ini menjadi peringatan keras bagi para nelayan, operasional kapal feri antar-pulau (Bali-Lombok-Sumbawa), serta aktivitas wisata bahari di wilayah tersebut.
- Potensi Cuaca Ekstrem: Masyarakat di wilayah pesisir NTB dan Bali diimbau untuk mewaspadai hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai angin kencang sebagai akibat dari tarikan massa udara siklon.
2. Wilayah Nasional Lain yang Terdampak
Selain fokus pada wilayah Bali dan Nusa Tenggara, BMKG juga menetapkan status siaga untuk beberapa wilayah di bagian barat dan tengah Indonesia selama periode 20-21 Desember 2025:
- Hujan Lebat & Angin Kencang: Meliputi Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.
- Kondisi Perairan: Perairan barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan juga mengalami peningkatan gelombang yang membahayakan pelayaran.
3. Tabel Mitigasi: Panduan Kewaspadaan Dini
| Zona Risiko | Dampak & Tindakan Mitigasi |
|---|---|
| Bali, NTB, & NTT | Waspada gelombang 1,5 – 2,5 m di Samudra Hindia Selatan hingga perairan NTB. Hindari aktivitas melaut sementara. |
| Pulau Jawa & Lampung | Siaga hujan sangat lebat dan angin kencang. Waspada pohon tumbang dan banjir luapan sungai. |
| Sektor Transportasi | Potensi penundaan jadwal penyeberangan di Selat Sunda dan Selat Bali akibat cuaca buruk. |
Kesimpulan:
Penguatan Bibit Siklon 93S menuntut kewaspadaan kolektif, terutama bagi masyarakat di wilayah Bali dan Nusa Tenggara yang berhadapan langsung dengan samudra terbuka. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera melakukan langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa. Ikuti terus informasi resmi dari kanal BMKG untuk pembaruan status siklon dalam 24 jam ke depan.




