Kota Mataram

Cabai Rawit di Mataram “Terbakar” Rp75 Ribu per Kg: Antara Cuaca Ekstrem dan Spekulasi Pasar Nataru

Suasana pasar di Kebon Roek Ampenan Kota Mataram (getnews)

MATARAM, GETNEWS. — Tekanan ekonomi bagi “Wong Cilik” di Kota Mataram kian terasa nyata. Pantauan tim redaksi di sejumlah pasar induk seperti Pasar Mandalika dan Pasar Kebon Roek menunjukkan lonjakan harga cabai yang sangat signifikan dalam tiga hari terakhir.

​Harga cabai rawit yang sebelumnya stabil di angka Rp35.000 – Rp40.000, kini meroket hingga menyentuh plafon Rp75.000 per kilogram.

📊 Tabel Perbandingan Harga Komoditas di Kota Mataram (Desember 2025)

KomoditasHarga Terkini (Kg)Status/Trend
Cabai RawitRp 60.000 – Rp 75.000Tinggi (Nataru)
Cabai Merah BesarRp 45.000 – Rp 55.000Merangkak Naik
Telur Ayam RasRp 32.500 – Rp 33.000Stabil Tinggi

*Data Validasi Redaksi per 21 Desember 2025.

Analisis Getnews: Mengapa Harga “Mendidih”?

​Berdasarkan data yang dihimpun, ada tiga faktor utama yang saling mengunci (triple hit) sehingga harga tidak terkendali:

  1. Faktor Alam (Puncak Musim Hujan): Sejalan dengan peringatan BMKG mengenai cuaca ekstrem, intensitas hujan yang tinggi di sentra produksi seperti Sembalun dan Lombok Timur menyebabkan gagal panen dan pembusukan batang (patek) pada tanaman cabai.
  2. Logistik & Distribusi: Cuaca buruk di perairan menghambat distribusi antar-pulau, menyebabkan stok di tingkat pengepul menipis sementara permintaan hotel dan restoran untuk malam Tahun Baru melonjak tajam.
  3. Efek Psikologis Nataru: Adanya kecenderungan spekulasi di tingkat pedagang yang memanfaatkan momentum libur panjang untuk menaikkan margin keuntungan di tengah kelangkaan barang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *