JAKARTA, GETNEWS. – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Musik resmi memfasilitasi produksi video musik berkualitas industri bagi dua talenta asal Palu, Sulawesi Tengah. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Deputi Bidang Kreativitas Media untuk mengangkat kearifan lokal Tanah Kaili agar memiliki daya saing komersial dan identitas kuat di pasar musik nasional maupun internasional.
Dua musisi yang terpilih, Rival Himran dan The Box Band, merepresentasikan dua sisi kekuatan musik Sulawesi Tengah: kedalaman budaya dan semangat kepahlawanan modern.
Profil Karya & Produksi AKTIF Musik 2025
Program ini tidak hanya fokus pada estetika visual, tetapi juga pada penguatan nilai tambah ekonomi dan pengelolaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) musisi daerah.
| Musisi | Judul Karya & Esensi | Lokasi & Tim Produksi |
|---|---|---|
| Rival Himran | “La Vita E Bella”: Perpaduan 4 bahasa (Kaili, Indonesia, Inggris, Italia) tentang perayaan kehidupan. | Anjungan Sulteng, TMII Jakarta. (Sutradara: M. Anrio / Wara Wiri Project). |
| The Box Band | “Tadulako”: Mengangkat sosok panglima perang legendaris Kaili sebagai simbol keberanian. | 5 Lokasi di Sulteng (Kuala Porame, Petobo, dll). (Sutradara: Fadly / Pado Project). |
HKI: Senjata Utama Musisi Daerah
Deputi Bidang Kreativitas Media, Agustini Rahayu, menekankan bahwa lokalitas adalah kekuatan utama. Namun, talenta daerah harus dibekali pemahaman profesionalisme, terutama terkait Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Melalui AKTIF Musik, Kementerian Ekraf membantu membuka kanal distribusi dan komersialisasi agar musisi daerah bisa hidup dari karyanya.
Sinergi Hexahelix untuk Ekonomi Baru
Sejalan dengan visi Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya, program di Sulawesi Tengah ini diharapkan memicu kolaborasi hexahelix—pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan sektor pendukung lainnya. Targetnya jelas: menjadikan subsektor musik sebagai pendobrak pertumbuhan ekonomi nasional yang berakar dari kreativitas lokal.
Kemen Ekraf




