PADANG, getnews – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meningkatkan respons tanggap darurat di Sumatra Barat (Sumbar) dengan menyalurkan 32 unit perangkat internet satelit Starlink. Bantuan ini diberikan gratis selama masa penanggulangan bencana untuk mempercepat pemulihan layanan komunikasi.
Kepala Balai Monitor Kelas II Padang Komdigi, Helmi, menegaskan bahwa Starlink adalah solusi vital karena tidak bergantung pada kondisi infrastruktur darat yang rusak.
32 Unit Starlink Gratis: Jaringan Cadangan Anti-Bencana
Perangkat Starlink memiliki kemampuan teknis yang krusial untuk situasi darurat:
- Kecepatan Tinggi: Mampu menghasilkan kecepatan internet hingga 300 Mbps.
- Kapasitas: Dapat digunakan hingga 60 pengguna secara bersamaan (atau lebih dengan perangkat tambahan).
- Jangkauan: Mencapai 500 meter hingga 1 km.
- Gangguan Listrik PLN: 124 BTS terdampak (Operator menggunakan genset).
- Gangguan Transmisi: 29 BTS (koneksi fiber optik atau radio link terputus).
- Kerusakan Fisik: 1 BTS (terbawa arus banjir).
Daerah terdampak BTS terbanyak meliputi Agam (45 BTS), Pasaman (37 BTS), dan Padang Pariaman (18 BTS). Sedangkan sisanya antara lain:
- Solok: 14 BTS.
- Kota Padang: 12 BTS.
- Kota Solok: 5 BTS.
- Pasaman Barat: 5 BTS.
- Pariaman: 3 BTS.
- Tanah Datar: 2 BTS.
- Pesisir Selatan, Sijunjung, dan daerah lainnya: masing-masing 1 BTS.
Jaringan Alternatif: Repeater Gunung Senggala Diaktifkan
Selain Starlink, Balai Monitor Komdigi juga mengoperasikan repeater kebencanaan di Puncak Gunung Senggala. Repeater ini menjangkau 9–10 kabupaten/kota dan menjadi alternatif komunikasi darurat bagi instansi kebencanaan (PPTD, ORARI, RAPI) ketika jaringan lain lumpuh.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Sumbar, Rudi Rinaldi, menyambut baik Starlink: “Jika kecepatan mencapai 300 Mbps, perangkat itu bisa melayani hingga 100 pengguna secara bersamaan. Ini sangat membantu untuk daerah bencana.”
infopublik.id




