“Donald Trump baru saja menarik pelatuk dekonstruksi tata kelola dunia. Penarikan Amerika Serikat dari 66 organisasi internasional bukan sekadar penghematan iuran, melainkan pernyataan bahwa konsensus global kini telah kadaluwarsa bagi Washington. GETNEWS membedah memorandum ini sebagai langkah transaksional paling radikal dalam sejarah diplomasi modern.”
GET INSIGHT – Januari 2026 menjadi saksi runtuhnya pilar-pilar multilateralisme yang telah dibangun selama hampir satu abad. Melalui Memorandum Kepresidenan terbaru, Donald J. Trump secara resmi membawa Amerika Serikat keluar dari 66 organisasi internasional. Langkah ini bukan sekadar manuver birokrasi; ini adalah pernyataan perang terhadap globalisme.
Logika Transaksional
Trump memandang iuran miliaran dolar AS ke berbagai organisasi internasional sebagai investasi tanpa imbal hasil (ROI). Dalam kalkulasi transaksionalnya, dana tersebut lebih produktif jika dialihkan untuk subsidi industri domestik dan penguatan militer di perbatasan. AS tidak lagi ingin menjadi “bendahara dunia” jika kebijakan organisasi tersebut justru sering kali menghambat agenda nasional mereka.
Kedaulatan Tanpa Kompromi
Dengan keluar dari 66 organisasi, Washington secara otomatis lepas dari berbagai protokol global—mulai dari regulasi lingkungan hingga standar perdagangan yang mengikat. Trump ingin memastikan bahwa tidak ada otoritas di luar Gedung Putih yang bisa mendikte langkah ekonomi Amerika. Ini adalah “Balik Kanan” strategis: dari diplomasi meja bundar menuju negosiasi satu lawan satu (bilateral) di mana AS memiliki posisi tawar mutlak.
GEOPOLITICAL AUDIT: THE GREAT WITHDRAWAL 2026
Mundurnya Amerika Serikat menciptakan vakum kekuasaan yang berbahaya sekaligus peluang baru bagi negara berkembang. Di era “Balik Kanan” ini, kemandirian nasional bukan lagi sekadar pilihan, melainkan syarat untuk bertahan hidup. Ketika raksasa memilih mengunci diri di rumah, dunia dipaksa mencari nakhoda baru.




