Skip to content
getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
Close

Search

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
Close

Search

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, melakukan aksi cepat tanggap dengan meninjau langsung lokasi terdampak banjir di dua kabupaten, Rabu (14/1/2026). (GETNEWS)
GET PLANET

Metabolisme Sekotong: Saat Bukit Gundul Menagih Janji Ekologi

By Redaksi GETNEWS.
15 Januari 2026 1 Min Read
0

​LOMBOK BARAT, getnews.co.id — Banjir yang merendam Sekotong pada pertengahan Januari 2026 bukan sekadar anomali cuaca. Dalam perspektif GET PLANET, genangan air di hilir adalah muara dari metabolisme ekonomi yang salah urus di hulu. Perbukitan Sekotong yang kini compang-camping akibat konversi lahan dan aktivitas ekstraktif telah kehilangan fungsinya sebagai penyangga hidrologis, memaksa alam untuk melakukan “koreksi” dengan cara yang paling menyakitkan bagi warga.

​Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam tinjauan lapangannya mengakui bahwa peninggian tanggul hanyalah solusi kosmetik jika jantung persoalannya—kerusakan hutan di hulu—tidak segera diamputasi melalui kebijakan reboisasi radikal.

GET PLANET: Ecological Audit

“Banjir Sekotong adalah bukti nyata kegagalan kita dalam menjaga keseimbangan antara profitabilitas ekonomi dan daya dukung lingkungan (carrying capacity). GET PLANET melihat bahwa normalisasi sungai hanya akan menjadi pengeluaran APBD yang sia-sia selama perbukitan di selatan Lombok terus diperlakukan sebagai komoditas tanpa batas. Solusi berkelanjutan menuntut keberanian politik untuk menghentikan pemanfaatan lahan yang melabrak prinsip SDGs, terutama poin ke-15 tentang ekosistem daratan.”

Matriks Krisis Ekologi: Profil Hulu-Hilir Sekotong

Ecological Crisis Matrix: Southern Lombok 2026
Indikator PlanetKondisi Riil & Dampak
Vegetasi HuluKritis; Konversi lahan hutan menjadi pertanian semusim.
Laju SedimentasiSangat Tinggi; Pendangkalan sungai dalam waktu < 2 tahun.
Daya Resap AirMenurun drastis; Air hujan langsung menjadi *run-off* ke pemukiman.
Target SolusiRehabilitasi Hutan dan Evaluasi Tata Ruang Wilayah.
Sumber: Analisis Lingkungan GET PLANET | Januari 2026

Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

Banjir SekotongBencana HidrometeorologiLOMBOK BARATMIQ IQBALNTB
Author

Redaksi GETNEWS.

Follow Me
Other Articles
Kepala Negara memberikan mandat agar riset dan inovasi kampus tidak lagi sekadar berakhir di jurnal, melainkan bertransformasi menjadi industri yang mampu mendongkrak pendapatan negara secara signifikan. (BPMI Setpres/GETNEWS.)
Previous

Prabowo Injeksi Rp4 Triliun: Riset Kampus Jadi Ujung Tombak Hilirisasi Danantara

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat mengonversi lahan tidur menjadi basis produksi pangan produktif. Melalui Panen Raya Serentak Program Pemasyarakatan pada Kamis (15/1/2026) (GETNEWS.)
Next

Lapas Lobar Panen 3,8 Ton Padi, Kado Ketahanan Pangan dari Balik Jeruji

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • get privacy
    Copyright 2026 GETMEDIA GROUP