Skip to content
getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
Close

Search

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
Close

Search

Gambar lukisan tangan di Liang Metanduno, Muna Sulawesi Tenggara-INDONESIA (Wikipedia)
GET CORNER

MEMBEDAH MESIN WAKTU: Bagaimana Arkeolog Mengunci Usia 67.800 Tahun di Liang Metanduno?

By Redaksi GETNEWS.
25 Januari 2026 2 Min Read
0

​Banyak pembaca bertanya-tanya: bagaimana mungkin para ilmuwan mengetahui usia sebuah lukisan tangan di dinding gua yang sudah ribuan tahun menghilang pigmennya? Jawabannya bukan terletak pada catnya, melainkan pada “Popcorn Gua” yang tumbuh di atasnya. Melalui teknik Uranium-series (U-series) Dating, para arkeolog melakukan audit waktu yang presisi hingga ke satuan milenium.

​Audit Teknis: Logika Peluruhan Radioaktif

​Teknik ini tidak mengukur pigmen (cat) lukisan secara langsung, karena pigmen seringkali tidak mengandung karbon untuk diuji melalui metode Carbon-14 tradisional. Sebagai gantinya, ilmuwan meneliti Kalsit atau endapan mineral (sering disebut flowstone atau cave popcorn) yang terbentuk secara alami di atas lukisan tersebut.

​Cara Kerja Mesin Waktu Mineral:

  1. ​Penjara Waktu: Saat air merembes di dinding gua, ia membawa sedikit kadar Uranium yang larut. Ketika air itu membeku menjadi kalsit di atas lukisan, Uranium tersebut terjebak di dalamnya.
  2. ​Jam Pasir Nuklir: Uranium bersifat radioaktif dan meluruh menjadi Thorium dengan kecepatan yang konstan dan sudah diketahui.
  3. ​Rasio Ketat: Karena Uranium larut dalam air sementara Thorium tidak, maka saat kalsit pertama kali terbentuk, kadar Thorium-nya adalah Nol.
  4. ​Menghitung Mundur: Dengan mengukur rasio antara Uranium dan Thorium di laboratorium menggunakan Mass Spectrometry, para ahli bisa mengetahui sudah berapa lama “jam pasir nuklir” itu berjalan.
​

Audit Komparasi: Metode Penanggalan Arkeologi

MetodeMateri UjiAkurasi Maksimum
Carbon-14 (C-14)Organik (Tulang, Kayu, Arang).Hanya s/d 50.000 Tahun.
Uranium-Series (U-Series)Mineral Kalsit (Batu/Gua).Hingga 500.000 Tahun.
Laser Ablation (LA-ICP-MS)Mikro-layer mineral.Sangat Presisi (Digunakan di Muna).

Vonis Redaksi: Angka yang Tidak Bisa Berbohong

​Vonis Redaksi GetNews menegaskan bahwa angka 67.800 tahun di Liang Metanduno bukanlah estimasi kasar, melainkan fakta fisik yang tercatat dalam hukum alam atom. Inilah mengapa temuan di Pulau Muna ini begitu mengguncang; karena sains telah memberikan sertifikat usia yang mustahil dibantah oleh argumen Eurosentris lama. Dengan memahami teknologi di baliknya, kita berhenti sekadar mengagumi “lukisan cakar” dan mulai menghargai kejeniusan leluhur Nusantara dalam konteks waktu yang maha luas.

“Sejarah mungkin ditulis oleh pemenang, namun kebenaran usia dipahat oleh peluruhan atom di kegelapan gua; karena alam memiliki caranya sendiri untuk menjaga saksi bisu peradaban.”

— GET !NSIGHT DOGMA DIGITAL —

Scientific Data & Primary Archaeological Sources:

  • • Nature Journal: Narrative of the 51,200-year-old Sulawesi Art and the 67,800-year-old Liang Metanduno Stencils
  • • National Geographic: Explorer Maxime Aubert on the Radical Redating of Early Human Creativity
  • • Griffith Centre for Social and Cultural Research: Pioneering Uranium-Series Dating in Wallacea Caves
  • • BRIN Indonesia: Pusat Riset Arkeometri – Konservasi dan Studi Lanjut Situs Liang Metanduno

Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

ArkeologiLiang MetandunoMaxime AubertSainsTeknologiUranium-Series
Author

Redaksi GETNEWS.

Follow Me
Other Articles
Sistem pertahanan udara Arman (kanan) ditampilkan dalam acara peluncurannya beserta rudal Sayyad-3 (kiri) di sebuah lokasi yang dirahasikan di Iran. (Foto: Kementerian Pertahanan Iran via AP) - ILUSTRASI
Previous

AKROBAT ‘RING OF FIRE’: Membedah Doktrin Forward Defense Iran di Timur Tengah

"Indonesia tidak pernah gagal bayar utang!" Di Davos, Prabowo beri jaminan mutlak bagi investor global. (BPMI Setpres)
Next

AUDIT KREDIBILITAS: Menakar Nyali RI di Balik Garansi ‘Anti-Gagal Bayar’ Prabowo

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • get privacy
    Copyright 2026 GETMEDIA GROUP