Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
getnews.co.id getnews.co.id

get insight

getnews.co.id getnews.co.id

get insight

  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • OASE
  • GET PLANET
  • GET !NSIGHT
  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • OASE
  • GET PLANET
  • GET !NSIGHT
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Presiden Prabowo Subianto mempertegas gaya kepemimpinan "Meja Bundar" dengan menggelar pertemuan maraton selama 4,5 jam di kediamannya, Jalan Kartanegara Nomor 4, Jumat malam (30/1/2026). (Ilustrasi/Foto. Dok BPMI Setpres).
ANALISIS GETNEWSGET !NSIGHT

AKROBAT REKONSILIASI KARTANEGARA 4.5

By Redaksi GETNEWS.
1 Februari 2026 2 Min Read
0

​JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mempertegas gaya kepemimpinan “Meja Bundar” dengan menggelar pertemuan maraton selama 4,5 jam di kediamannya, Jalan Kartanegara Nomor 4, Jumat malam (30/1/2026). Pertemuan yang berlangsung dari pukul 16.30 hingga 21.00 WIB ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan upaya konsolidasi kekuatan intelektual di tengah ancaman krisis ekonomi. Dengan merangkul barisan pemikir kritis, Prabowo sedang memformat ulang peta stabilitas politik nasional.

​ANALISIS: Pembedahan Mandat 270 Menit

​Penelusuran mengungkap poin-poin krusial dalam “sidang” Kertanegara tersebut, yang melibatkan tokoh-tokoh berat dari berbagai spektrum:

  1. ​Gebrakan Lawan Oligarki: Prabowo secara eksplisit menyatakan kesiapan menghadapi serangan balik oligarki. Ia menegaskan tidak akan gentar meski ada potensi upaya penggoyangan stabilitas ekonomi demi mempertahankan status quo.
  2. ​Klausul Keluar Dewan Perdamaian: Terkait komitmen pada Board of Peace, Prabowo menyisipkan “Klausul Keluar” (Exit Clause). Indonesia siap menarik diri jika partisipasi tersebut terbukti merugikan kepentingan warga Gaza dan Palestina.
  3. ​Peta Jalan Samad & Reformasi Hukum: Mantan Ketua KPK, Abraham Samad, mempresentasikan urgensi UU Perampasan Aset dan penindakan pada empat area korupsi krusial sesuai standar internasional (UNCAC).
  4. ​Sinergi Tokoh Lintas Sektor: Kehadiran Siti Zuhro (BRIN), Said Didu, Susno Duadji, hingga eks Kepala BIA Zacky Anwar Makarim, menandakan upaya pemerintah menjahit kembali kepercayaan publik melalui figur-figur dengan basis massa intelektual yang kuat.

​KESIMPULAN ANALISIS: Vonis Harmoni Bersyarat

​Langkah Prabowo di Kartanegara adalah sebuah Vonis Harmoni. Pemerintah mencoba “menjinakkan” kritik dengan menjadikannya bagian dari solusi kebijakan. Namun, keberhasilannya bergantung pada seberapa jauh masukan para tokoh ini benar-benar diadopsi dalam kebijakan nyata, terutama soal pemberantasan korupsi dan kedaulatan ekonomi nasional.

​VONIS REDAKSI: Antara Akomodasi dan Penjinakan

​Vonis Redaksi GetNews menilai pertemuan 4,5 jam ini adalah langkah cerdas namun berisiko. Jika tidak diikuti dengan realisasi UU Perampasan Aset atau efisiensi anggaran, maka ini hanya akan menjadi panggung “penjinakan” tokoh kritis. Audit Implementasi pasca-pertemuan adalah harga mati untuk membuktikan komitmen Presiden kepada rakyat.

​

Audit Peserta: Konsolidasi Kertanegara 4

Tokoh HadirTopik Bahasan UtamaVonis Peran
Abraham Samad (Eks KPK)Peta Jalan Anti-Korupsi & UU Perampasan AsetLEGAL REFORMER
Siti Zuhro (BRIN)Keseimbangan Politik & DemokrasiPOLITICAL BALANCER
Said Didu / Susno DuadjiSDA & Reformasi KepolisianSYSTEM CRITIC
Pemerintah (Sugiono, Sjafrie, Teddy)Program Strategis & Dewan PerdamaianEXECUTIVE CORE
​

Verified Archive & Deep Citation

Last Updated: Feb 1, 2026 | Source: Tempo.co & Kesaksian Abraham Samad

“Prabowo bilang tidak usah terlalu khawatir. Karena kalau ternyata lebih banyak mudaratnya untuk warga Palestina dan Gaza, kita bisa keluar [dari Dewan Perdamaian].”

INVESTIGATIVE SOURCE ⟶
Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

KARTANEGARA 4
Author

Redaksi GETNEWS.

Follow Me
Other Articles
ILUSTRASI - LOGO DPR RI (istimewa/getnews)
Previous

KOMISI XI ENDUS KRISIS STRUKTURAL

Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa mutasi pejabat eselon II hingga III tersebut sudah selaras dengan Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB). (istimewa/GETNEWS.)
Next

​POLEMIK MUTASI ASN NTB

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    getnews.co.id

    GET INSIDE

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • get privacy
    Copyright 2026 — getnews.co.id. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme