Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
getnews.co.id getnews.co.id

get insight

getnews.co.id getnews.co.id

get insight

  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • OASE
  • GET PLANET
  • GET !NSIGHT
  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • OASE
  • GET PLANET
  • GET !NSIGHT
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Mesin Ganda Jakarta: Ambisi 5% dan Realitas Manufaktur - Ilustrasi Kantor Kemenkeu RI (Kemenkeu)
ANALISIS GETNEWSGET !NSIGHT

Mesin Ganda Jakarta: Ambisi 5% dan Realitas Manufaktur

By Redaksi GETNEWS.
7 Februari 2026 2 Min Read
0

​JAKARTA — Ekonomi Indonesia pada tahun 2025 tidak hanya berjalan di tempat; ia sedang bersiap untuk berlari. Dengan pertumbuhan 5,11% secara tahunan (full-year) dan akselerasi mengejutkan sebesar 5,39% pada kuartal IV, Indonesia berhasil mematahkan keraguan para skeptis yang memperkirakan perlambatan akibat normalisasi harga komoditas.

​Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut momentum ini sebagai landasan untuk pertumbuhan yang lebih “tinggi dan berkelanjutan.” Namun, bagi pengamat dari luar, cerita sebenarnya bukan terletak pada angka utama (headline growth), melainkan pada apa yang terjadi di bawah kap mesin ekonominya: pergeseran dari ketergantungan sumber daya alam menuju kekuatan manufaktur dan konsumsi domestik yang tak tergoyahkan.

​Investasi: Dari Tambang ke Mesin

​Salah satu data paling mencolok dalam laporan ini adalah pertumbuhan Investasi (PMTB) yang didorong oleh lonjakan 17,99% pada sektor Mesin dan Perlengkapan. Ini adalah indikator kesehatan industri yang vital. Saat sektor pertambangan terkontraksi 0,66% akibat penurunan harga global, sektor manufaktur justru ekspansif sebesar 5,30%.

​Kehadiran Danantara sebagai pengungkit investasi swasta mulai menunjukkan taringnya, menyelaraskan modal BUMN dengan ambisi industrialisasi. Indonesia tampaknya sedang bertransformasi dari sekadar “penggali lubang” menjadi “pembuat barang”—sebuah transisi yang lama diidamkan namun sulit dicapai.

​Konsumsi: Shock Absorber yang Efektif

​Konsumsi rumah tangga tetap menjadi tulang punggung dengan pertumbuhan 4,98%, ditopang oleh inflasi yang terkendali dan belanja pemerintah yang berperan sebagai shock absorber. Pengeluaran sebesar Rp805,4 triliun untuk program prioritas, termasuk stabilisasi harga, terbukti efektif menjaga daya beli.

​Menariknya, sektor transportasi dan akomodasi tumbuh di atas 7%, mencerminkan mobilitas masyarakat yang telah kembali ke level pra-pandemi, diperkuat oleh kebijakan stimulus seperti diskon transportasi dan program bantuan sosial yang tepat sasaran.

​Audit Strategis: Performa Makroekonomi Indonesia 2025

​Pertumbuhan yang inklusif tercermin dari turunnya angka kemiskinan menjadi 8,25% dan tingkat pengangguran yang menyusut ke 4,74%.

​

Audit Strategis: Outlook Ekonomi 2025-2026

Indikator UtamaCapaian 2025 (FY)Vonis Strategis
Pertumbuhan PDB5,11% (yoy)ABOVE TARGET
Sektor ManufakturTumbuh 5,30% (yoy)INDUSTRIAL PIVOT
Investasi MesinMelesat 17,99% (yoy)CAPITAL INTENSIVE

Kesimpulan: Menuju 5,4% di 2026

​Pemerintah kini mematok target optimis 5,4% untuk tahun 2026. Fondasi yang diletakkan pada tahun 2025—investasi tinggi di manufaktur, penguatan konsumsi pangan lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan stabilitas makrofiskal—adalah bahan bakar utamanya. Namun, tantangan tetap ada pada sektor pertambangan yang masih lesu dan dinamika harga komoditas global. Jika Jakarta mampu mempertahankan ritme sinergi fiskal-moneter ini, Indonesia bukan lagi sekadar pasar yang besar, melainkan basis produksi yang tangguh di Asia Tenggara.

​

Verified Source: kemenkeu.go.id

Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

Mesin Ganda Jakarta: Ambisi 5% dan Realitas Manufaktur
Author

Redaksi GETNEWS.

Follow Me
Other Articles
​Coretax menjanjikan integrasi data pihak ketiga yang lebih agresif. Dengan data yang komplit, sistem akan mendeteksi ketidaksesuaian penghasilan secara real-time. (ISTIMEWA)
Previous

Big Bang Fiskal: Pertaruhan Digitalisasi Pajak Indonesia

The Resilience of the Archipelago: Indonesia’s 5% Anchor (KEMENKEU)
Next

The Resilience of the Archipelago: Indonesia’s 5% Anchor

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    getnews.co.id

    GET INSIDE

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • get privacy
    Copyright 2026 — getnews.co.id.