Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
getnews.co.id getnews.co.id

get insight

getnews.co.id getnews.co.id

get insight

  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • OASE
  • GET PLANET
  • GET !NSIGHT
  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • OASE
  • GET PLANET
  • GET !NSIGHT
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
GET DATASTATISTIK

Sisa Kuota Internet Wajib Hangus? Pemerintah: Demi Jaringan Tak ‘Overload’

By Redaksi GETNEWS.
19 Februari 2026 2 Min Read
0

​JAKARTA — Pernahkah Anda merasa rugi melihat sisa kuota internet hangus begitu saja saat masa aktif berakhir? Isu “receh” namun krusial bagi dompet publik ini kini memasuki ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam sidang lanjutan uji materi UU Cipta Kerja, pemerintah membeberkan alasan teknis di balik kebijakan yang selama ini dikeluhkan pengguna seluler.

​Dirjen Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Wayan Toni Supriyanto, menjelaskan bahwa akumulasi sisa kuota yang ditumpuk terus-menerus dapat memicu beban jaringan yang berlebih atau overload. “Jika sisa kuota wajib dikembalikan atau ditumpuk tanpa batas, kualitas sinyal justru bisa menurun drastis,” ujarnya, Rabu, 18 Februari 2026.

​Lebih lanjut, pemerintah memperingatkan bahwa kewajiban mengembalikan sisa kuota secara finansial atau akumulasi permanen berisiko melambungkan harga paket internet di masa depan. Senada dengan pemerintah, anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan, menegaskan bahwa aturan dalam UU Cipta Kerja adalah “jalan tengah” untuk menjaga hak konsumen sekaligus memastikan penyedia layanan tetap sehat secara bisnis demi koneksi yang stabil.

​

Strategic Audit: The Data Quota Paradox

Aspek AnalisisVonis GetNews
Keadilan KonsumenKritis. Secara ekonomi, kuota yang dibeli adalah hak milik. Namun secara teknis, operator menjual “kapasitas waktu”. Hangusnya kuota adalah bentuk inefisiensi perlindungan konsumen.
Integritas JaringanMasuk Akal. Akumulasi data tanpa batas akan mengganggu prediksi traffic management. Namun, alasan ini sering jadi “tameng” untuk memicu pembelian paket berulang.
Solusi Jalan TengahHarusnya ada skema rollover kuota minimal satu periode berikutnya tanpa beban biaya tambahan, bukan sekadar hangus permanen.
​

Referensi Sidang MK:

  • [1] Risalah Sidang Uji Materi UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja (Pasal 71 angka 2).
    Sumber: Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi RI.

Suara GETtizen: Hangus atau Akumulasi?

Pemerintah berdalih demi stabilitas jaringan. Apa pendapat Anda?

🔴 TIM AKUMULASI 82%

“Sisa kuota adalah hak milik. Wajib ditumpuk atau diuangkan!”

🔵 TIM ROLLOVER 15%

“Minimal bisa dibawa ke bulan berikutnya (Jalan Tengah).”

⚪ TIM PEMERINTAH 3%

“Setuju hangus demi sinyal stabil dan paket murah.”

Klik salah satu opsi untuk melihat hasil sementara

Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

MKSisa Kuota Internet UU Cipta Kerja MKSisa Kuota Kemana?
Author

Redaksi GETNEWS.

Follow Me
Other Articles
Previous

The 6-Million Gap: Insentif MBG vs Nasib Guru di Altar Konstitusi

Mesin Ganda Jakarta: Ambisi 5% dan Realitas Manufaktur - Ilustrasi Kantor Kemenkeu RI (Kemenkeu)
Next

The 3% Paradox: Akrobat Purbaya di Ujung Tanduk Fiskal

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    getnews.co.id

    GET INSIDE

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • get privacy
    Copyright 2026 — getnews.co.id. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme