Skip to content
GETNEWS.co.id GETNEWS.co.id GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

GETNEWS.co.id GETNEWS.co.id GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • GET INSIDE
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • GET INSIDE
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
Close

Search

GETNEWS.co.id GETNEWS.co.id GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

GETNEWS.co.id GETNEWS.co.id GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • GET INSIDE
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • GET INSIDE
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
Close

Search

GET PLANETGREEN ANALYSISLombok Tengah

Benteng Terakhir di Kaki Gunung Prabu: Para Kadus Loteng Lawan Tambang Ilegal

By Redaksi GETNEWS.
22 Februari 2026 2 Min Read
0

​LOMBOK TENGAH— Upaya mewujudkan “Lombok Tengah Hijau” memasuki babak baru. Bertempat di Aula Kantor Desa Penujak, Minggu (22/2/2026), Forum Kepala Dusun (FORKA) Kabupaten Lombok Tengah secara kolektif mendeklarasikan perang terhadap aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI). Langkah ini diambil sebagai respons atas keresahan warga terhadap kerusakan hutan lindung dan ancaman terhadap keberlangsungan pariwisata berkelanjutan di wilayah selatan.

​I. Komitmen Pemda: RTRW adalah Harga Mati

​Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. M. Nursiah, dalam diskusi tersebut menegaskan bahwa posisi pemerintah daerah sudah final. Berdasarkan Perda No. 7 Tahun 2011 tentang RTRW, tidak ada ruang bagi aktivitas pertambangan di wilayah Lombok Tengah.

​”Jadi di Perda itu sudah tidak mengizinkan tambang ilegal dalam bentuk apapun, baik masyarakat personal, kelompok, maupun perusahaan. Tidak pernah ada izin,” tegas Nursiah. Beliau menginstruksikan agar kemajuan pariwisata yang saat ini dinikmati tidak boleh dikorbankan oleh kerusakan lingkungan akibat merkuri dan penggundulan hutan.

​II. Kadus sebagai Garda Terdepan

​Ketua FORKA Lombok Tengah, Lalu Wely Vidi Hamid, menyatakan kesiapan seluruh perangkat dusun untuk menjadi intelijen lingkungan. Sebagai ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan warga, para Kadus berkomitmen untuk melakukan sosialisasi preventif sekaligus melaporkan setiap aktivitas “bandel” yang kembali muncul di titik-titik rawan seperti Gunung Prabu dan Desa Serage.

​

Sovereignty Audit: Green Policy Loteng 2026

Aspek TeknisStatus RegulasiVonis Get Insight
Legalitas TambangDILARANG (Perda RTRW No. 7/2011)Payung hukum sudah sangat kuat untuk eksekusi lapangan.
Dampak SosialKorban jiwa & Kerusakan Hutan LindungHigh Risk. Tambang ilegal memicu konflik horizontal.
Sektor PenggantiPariwisata Berkelanjutan (KEK Mandalika)Satu-satunya jalan keluar ekonomi jangka panjang.

Vonis Tim Get Insight: Sante, Lur!

​Langkah FORKA dan Pemkab Loteng ini patut diacungi jempol. Namun, Get Insight mengingatkan: penutupan tambang tanpa solusi transisi ekonomi bagi warga lokal adalah “bom waktu”. Mengajak masyarakat beralih ke pariwisata adalah visi mulia, tapi pelatihan dan akses modal di desa-desa lingkar tambang harus nyata. Sante, lur! Tapi urusan menjaga Gunung Prabu jangan kasih kendor. Sekali merkuri mencemari air tanah Mandalika, maka label pariwisata dunia kita tinggal cerita.

BACA JUGA ANALISIS LAIMNYA:

Lombok Utara dan Diplomasi Kurma: Langkah Berani atau Sekadar Mimpi?
Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

berita ekonomi hijau Indonesiaberita lingkungan Lombok Tengahdampak tambang ilegal NTBForum Kepala Dusun Lombok TengahGET PLANET GETNEWSkonservasi alam NTBpariwisata berkelanjutan Mandalikapenutupan tambang Gunung PrabuPerda RTRW Lombok TengahTambang emas ilegal Lombok Tengah
Author

Redaksi GETNEWS.

Follow Me
Other Articles
Diskusi Publik FORKA Lombok Tengah terkait penutupan tambang emas ilegal 2026. (GET PLANET/GETNEWS)
Previous

Lombok Tengah Perketat Larangan Tambang

Sepekan terakhir, narasi mengenai harga cabai yang menembus angka psikologis Rp200.000 per kilogram telah menciptakan riak kegelisahan publik (GETNEWS)
Next

Paradok Cabai Rawit: Menakar Inflasi Pedagang Keliling di Pulau Lombok

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • get privacy
    Copyright 2026 GETMEDIA GROUP