Skip to content
GETNEWS.co.id GETNEWS.co.id GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

GETNEWS.co.id GETNEWS.co.id GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • GET INSIDE
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • GET INSIDE
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
Close

Search

GETNEWS.co.id GETNEWS.co.id GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

GETNEWS.co.id GETNEWS.co.id GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • GET INSIDE
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • GET INSIDE
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
Close

Search

AMBARA

Cabai Rp200 Ribu: Pelatihan Nyali Jelang Ramadhan di Pulau Lombok

By Emha Firmansyah
22 Februari 2026 2 Min Read
0

​SELAMAT datang di musim di mana harga cabai rawit merah lebih menakutkan daripada draf revisi UU apa pun di negeri ini. Di Nusa Tenggara Barat, tensi darah ibu-ibu baru saja diuji oleh angka Rp200.000 per kilogram. Angka yang membuat kita bertanya-tanya: ini kita sedang beli bumbu dapur atau sedang mencicil mahar emas putih?

​I. Ilmu Matematika Pedagang Keliling

​Juru Bicara Pemprov NTB, Pak Ahsanul Khalik, terpaksa turun gunung untuk menenangkan suasana. Rupanya, angka Rp200 ribu itu adalah hasil dari sebuah “Kreativitas Matematika” pedagang keliling di perumahan.

​Begini logikanya: Pedagang beli di pasar induk seharga Rp120 ribu. Sampai di perumahan, mereka jual eceran Rp50 ribu per seperempat kilo. Secara teknis, per kilonya jadi Rp200 ribu. Jenius? Tentu saja. Ini adalah strategi upselling paling jujur sekaligus paling menyakitkan yang pernah ada. Pedagang keliling kita rupanya sedang menerapkan biaya delivery dan hospitality (alias jasa antar sampai depan pintu sambil gosip dikit) yang harganya setara dengan margin keuntungan startup teknologi di Silicon Valley.

​II. Ritual Tahunan “Panic Spicy”

​Kenaikan harga jelang dan selama Ramadhan ini sebenarnya sudah sediakala seperti jadwal rilis film Fast & Furious: terprediksi, membosankan, tapi tetap bikin heboh. Faktor cuaca, panen yang malu-malu, dan permintaan yang mendadak meledak karena semua orang ingin bikin sambal goreng saat sahur, adalah kombinasi maut.

​Pemprov NTB sudah bersabda: “Di pasar induk cuma Rp100 ribuan, kok!” Masalahnya, Pak Jubir, rakyat jelata seperti kami ini seringkali lebih punya nyali buat nunggu tukang sayur lewat daripada harus berjibaku di Pasar Mandalika jam 4 pagi. Di situlah letak Asimetri Informasi-nya: Pemerintah bicara data SP2KP, rakyat bicara sisa kembalian di tangan tukang sayur.

​

The Chili Index: Realita vs Ekspektasi

Level TransaksiHarga (Kg)Efek Psikologis
Pasar Induk (Data Pemerintah)Rp100.000“Ah, masih masuk akal (kata yang nggak beli).”
Pasar Tradisional KotaRp140.000Mulai istighfar pelan-pelan.
Tukang Sayur KelilingRp200.000Niat bikin sambal mendadak jadi niat puasa Daud.

Vonis Tim Ambara: Sante, Lur!

​Klarifikasi pemerintah itu penting supaya kita nggak makin panik dan malah borong cabai buat investasi masa depan. Tapi ya mbok tolong, para “Pahlawan Keliling” di perumahan itu diedukasi dikit. Kalau harga seperempat kilonya disamakan dengan harga cicilan motor, ya jelas rakyat menjerit. Sante, lur! Pedasnya harga cabai ini anggap saja latihan kesabaran selama bulan suci. Toh, kalau harga cabai naik terus, kita bisa beralih ke sambal tomat yang lebih banyak tomatnya daripada cabainya. Atau sekalian saja, nggak usah pakai sambal, biar lidah kita belajar arti kesederhanaan. Sante!

BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

Geger Aula Tambora: Saat 392 Pejabat NTB Harus “Log Out” Berjamaah

Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

Harga Cabai Rawit NTB
Author

Emha Firmansyah

Pemimpin Redaksi GETNEWS.CO.ID

Follow Me
Other Articles
Sepekan terakhir, narasi mengenai harga cabai yang menembus angka psikologis Rp200.000 per kilogram telah menciptakan riak kegelisahan publik (GETNEWS)
Previous

Paradok Cabai Rawit: Menakar Inflasi Pedagang Keliling di Pulau Lombok

Ketua BEM UGM layangkan tantangan debat langsung kepada Presiden Prabowo Subianto untuk uji kebijakan pemerintah secara rasional. ((GETNEWS/Screeshot YouTube Forum Keadlilan/BPMI Setpres)
Next

BEM UGM Tantang Debat Terbuka Presiden Prabowo

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • get privacy
    Copyright 2026 GETMEDIA GROUP