Skip to content
  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • OASE
  • GET PLANET
  • GET !NSIGHT
  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • OASE
  • GET PLANET
  • GET !NSIGHT
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/GET PLANET/Hutan NTB: Menanti Pulih Dua Abad
GET PLANET

Hutan NTB: Menanti Pulih Dua Abad

By Redaksi GETNEWS.
28 Februari 2026 2 Min Read
0

​MATARAM – Ambisi rehabilitasi hutan di Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah menghadapi realitas pahit. Berdasarkan proyeksi capaian tahunan saat ini, pemulihan total kawasan hutan yang terdegradasi di provinsi ini diperkirakan membutuhkan waktu hingga 200 tahun. Angka ini menunjukkan adanya jurang yang sangat lebar antara laju kerusakan hutan dan kemampuan intervensi pemerintah serta pemangku kepentingan terkait.

​Laporan yang dihimpun menunjukkan bahwa degradasi hutan di NTB dipicu oleh perambahan masif, alih fungsi lahan menjadi kawasan pertanian semusim, dan pembalakan liar. Jika pola rehabilitasi masih mengandalkan metode konvensional tanpa adanya akselerasi teknologi dan pendanaan yang radikal, maka “NTB Hijau” hanya akan menjadi utopia bagi tujuh generasi mendatang.

​Kesenjangan ini menjadi ironi di tengah upaya Pemprov NTB memacu sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi hijau. Tanpa ekosistem hutan yang berfungsi sebagai penyangga air dan pengendali suhu, ketahanan ekonomi wilayah di masa depan berada dalam risiko tinggi.

Komponen AnalisisStatus & Tindakan Strategis
Estimasi Pemulihan ▮ Proyeksi kritis: Dibutuhkan waktu 200 tahun jika mengacu pada kapasitas rehabilitasi tahunan saat ini.
Penyebab Utama ▮ Perambahan hutan masif untuk komoditas pertanian semusim dan pembalakan liar yang belum tertangani sepenuhnya.
Dampak Ekonomi ▮ Ancaman krisis air jangka panjang dan degradasi layanan ekosistem yang menopang sektor pariwisata.
Saran Akselerasi ▮ Transisi ke teknologi Drone Seeding dan pelibatan sektor swasta melalui skema Carbon Offset.
Risiko Eksistensial ▮ Kehilangan permanen kawasan resapan air utama di wilayah pegunungan, mengancam kehidupan generasi mendatang.
Executive Audit by GetNews Intelligence Unit © 2026

Analisis ini menekankan bahwa pemerintah tidak bisa lagi bekerja dengan pola business as usual. Dibutuhkan terobosan kebijakan, seperti penguatan anggaran restorasi hutan, moratorium terbatas pada komoditas penyebab deforestasi di lahan miring, serta keterlibatan korporasi melalui skema carbon offset yang lebih agresif untuk memangkas durasi pemulihan dari dua abad menjadi dua dekade.

BACA JUGA ARTIKEL TERKAIT:

Simalakama IPR: Fiskal vs Ekologi

BACA JUGA:

Mendaki Rinjani, Mendaki Birokrasi
Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

Hutan NTB
Author

Redaksi GETNEWS.

Follow Me
Other Articles
Previous

The Ring of Fire’s New Alpha: Why Disaster Resilience is NTB’s Emerging Credit Rating

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengembangkan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi di sektor kepabeanan dengan menahan seorang pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). (Foto: Dok KPK)
Next

Korupsi Bea Cukai: KPK Tahan Pejabat Intelijen, Amankan Rp5,19 Miliar di Safe House

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • get privacy
    Copyright 2026 — GETNEWS.CO.ID