Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
getnews.co.id getnews.co.id

get insight

getnews.co.id getnews.co.id

get insight

  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • OASE
  • GET PLANET
  • GET !NSIGHT
  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • OASE
  • GET PLANET
  • GET !NSIGHT
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
MBG (ANTARA FOTO/Indonesia.go.id)
ANALISIS GETNEWS

DOMPET NEGARA: Antara Ambisi, Utang dan Nasib Nasi Omprengan Kita

By Redaksi GETNEWS.
12 Maret 2026 2 Min Read
0

MEMBAYANGKAN APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) itu sebenarnya mirip seperti membayangkan dompet bapak rumah tangga yang pengeluarannya jauh lebih kencang daripada gajinya. Bedanya, kalau bapak rumah tangga pusing cicilan motor, negara pusing cicilan infrastruktur dan subsidi energi.

​Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Keuangan, “dompet” kita tahun ini sedang berusaha tampil gagah di tengah badai ekonomi global yang bikin pusing tujuh keliling. Pendapatan negara coba digenjot, tapi belanja negara—seperti biasa—selalu menemukan jalan untuk jadi lebih besar.

​Defisit: Seni Berutang yang Sopan

​Dalam bahasa The Economist, Indonesia sedang melakukan “fiskal akrobatik”. Kita menyebutnya defisit yang terkendali. Artinya? Kita belanja lebih banyak dari yang kita punya, lalu sisanya ditutup pakai utang (SBN). Selama rasionya masih di bawah 3%, para ekonom di Jakarta bakal tersenyum sambil bilang, “Tenang, masih aman.”

​Tapi bagi orang awam, defisit ini adalah pengingat bahwa kita ini hobi gaya hidup elit, tapi ekonomi masih sulit. Kita ingin punya kereta cepat, rumah sakit mewah di tiap tikungan, dan makan siang gratis, tapi pas disuruh bayar pajak, kita tiba-tiba amnesia atau sibuk cari celah biar nggak bayar. Walhasil, SBN (Surat Berharga Negara) jadi pahlawan kesiangan yang menjaga agar dapur negara nggak berhenti mengepul.

​Audit Strategis GetNews: Realita Isi Dompet Rakyat

​Mari kita bedah apa artinya angka-angka di gambar tersebut buat kamu yang lebih peduli harga beras daripada kurs dollar:

​

Strategic Audit: APBN & People’s Reality

KomponenAnalisis “The Economist”Vonis “Mojok.co”
Pendapatan PajakTulang punggung fiskal yang sedang diuji oleh melambatnya konsumsi domestik.SUMBER DERITA RAKYAT
Belanja SubsidiInstrumen perlindungan sosial untuk menjaga daya beli dari inflasi global.NAPAS TERAKHIR KITA
Pembiayaan UtangMekanisme leveraging untuk membiayai proyek strategis jangka panjang.WARISAN BUAT CUCU

Vonis Redaksi: Jangan Senang Dulu

​Secara teknis, APBN kita memang terlihat “terkendali”. Tapi mari jujur: terkendali di atas kertas belum tentu terasa di dompet kita masing-masing. Selama kebocoran anggaran masih dianggap “seni administrasi” dan korupsi masih jadi hobi sampingan oknum, maka sebesar apa pun pendapatan negara, kita akan tetap merasa kekurangan.

​Negara boleh saja bangga dengan defisit yang rendah, tapi rakyat lebih butuh harga minyak goreng yang rendah dan lapangan kerja yang nggak serendah harapan. APBN adalah janji, dan sejauh ini, janji itu masih lebih banyak dibayar pakai utang daripada pakai kesejahteraan nyata.

BACA JUGA ANALISIS TERKAIT:

AKROBAT UTANG: Menjinakkan Defisit di Tengah Badai
Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

APBNAPBN KITA
Author

Redaksi GETNEWS.

Follow Me
Other Articles
Previous

TGH Ibnu Kholil Isi Tausiyah di Masjid Al-Faruq Kuripan, Kisah Mualaf Inggris Jadi Sorotan

Ilustrasi - insert Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi. (Foto: KemenPPPA) GETNEWS.
Next

MAHLIGAI DI BAWAH UMUR: Ketika Tradisi Menelikung Hukum

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • get privacy
    Copyright 2026 — getnews.co.id.