Skip to content
getnews.001 White logo GETNEWS.co.id
getnews.001 White logo GETNEWS.co.id
  • FREE PALESTINE
  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • OASE
  • GET INSIGHT
  • GET CULTURE
  • GET PLANET
  • GET SPORT
  • GET INFO
  • GET DATA
  • NEWS
  • NTB
  • FREE PALESTINE
  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • OASE
  • GET INSIGHT
  • GET CULTURE
  • GET PLANET
  • GET SPORT
  • GET INFO
  • GET DATA
  • NEWS
  • NTB
Close

Search

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id
getnews.001 White logo GETNEWS.co.id
  • FREE PALESTINE
  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • OASE
  • GET INSIGHT
  • GET CULTURE
  • GET PLANET
  • GET SPORT
  • GET INFO
  • GET DATA
  • NEWS
  • NTB
  • FREE PALESTINE
  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • OASE
  • GET INSIGHT
  • GET CULTURE
  • GET PLANET
  • GET SPORT
  • GET INFO
  • GET DATA
  • NEWS
  • NTB
Close

Search

Saiful Mujani (screenshot video Tribun Video)
POLiTIK

Saiful Mujani Tersandung Narasi Makar

By Redaksi GETNEWS.
7 April 2026 2 Min Read
0

JAKARTA — Nama Saiful Mujani, pendiri lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), mendadak menjadi pusat kegaduhan di jagat media sosial. Akademisi lulusan Ohio State University ini dituding melontarkan narasi inkonstitusional setelah potongan videonya dalam acara Halal Bihalal di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa, 31 Maret 2026, viral dan memicu perdebatan panas.

​Dalam pertemuan bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” tersebut, Saiful diduga mengeluarkan pernyataan keras bahwa satu-satunya jalan untuk menyelamatkan negara adalah dengan menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak yang menganggap narasi tersebut sebagai ajakan makar dan tindakan di luar koridor demokrasi.

​Rekam Jejak Ilmuwan Politik

​Saiful Mujani bukanlah sosok baru dalam panggung politik nasional. Ia merupakan salah satu pionir riset opini publik di Indonesia pasca-reformasi. Gelar doktor yang diraihnya dari Amerika Serikat menjadi modal utama dalam membangun SMRC sebagai salah satu rujukan utama elektabilitas partai dan kepuasan publik terhadap pemerintah.

​Sepanjang kariernya, Saiful dikenal sebagai analis yang teguh pada metodologi riset berbasis data. Namun, di sisi lain, ia juga kerap berada di pusaran kontroversi karena analisis politiknya yang tajam dan sering kali dianggap berseberangan dengan kepentingan penguasa. Insiden di Utan Kayu ini menambah daftar panjang persinggungan sang akademisi dengan dinamika kekuasaan di Indonesia.

​Antara Kritik dan Narasi Inkonstitusional

​Kegaduhan ini memunculkan diskursus mengenai batasan antara kritik akademis dan seruan inkonstitusional. Pihak pendukung pemerintah menilai seruan “menjatuhkan presiden” yang sudah terpilih secara sah adalah bentuk provokasi yang membahayakan stabilitas negara. Sebaliknya, beberapa kolega pengamat melihat hal ini sebagai bagian dari kegelisahan intelektual terhadap arah demokrasi di bawah kepemimpinan Prabowo.

​Hingga saat ini, pihak SMRC maupun Saiful Mujani sendiri belum memberikan klarifikasi utuh mengenai konteks lengkap dari potongan video yang beredar tersebut. Namun, peristiwa ini telah menempatkan Saiful di posisi yang sulit, di mana reputasinya sebagai ilmuwan data kini harus berhadapan dengan tudingan serius di ranah hukum dan politik praktis.

​

“Garis antara kritik akademis dan seruan inkonstitusional sangatlah tipis; di tengah tensi politik yang tinggi, kata-kata seorang intelektual bisa menjadi pemantik api atau sekadar bensin bagi kegaduhan.”

Source of Documentation:

Tribun Video: Sosok Saiful Mujani dan Viralitas Seruan Gulingkan Presiden →

Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

Saiful Mujani
Author

Redaksi GETNEWS.

Follow Me
Other Articles
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyambangi Senayan untuk menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) atas revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) kepada Komisi XI DPR RI, Rabu, 4 Februari 2026. (KEMENKEU)
Previous

Calculated Deficit: Measuring the Depth of Purbaya’s Fiscal Strategy

Mentan Andi Amran Sulaiman saat meninjau Gudang Beras Perum Bulog di Makassar, Sulsel, Minggu (5/4/2026). (Dok. Kementan)
Next

Cetak Rekor Sejarah, Mentan Amran: Stok Beras Nasional Tembus 4,5 Juta Ton

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • get privacy
    Copyright 2026 GETMEDIA GROUP