Skip to content
getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • FREE PALESTINE
  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET CULTURE
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • OASE
  • NEWS
  • NTB
  • FREE PALESTINE
  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET CULTURE
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • OASE
  • NEWS
  • NTB
Close

Search

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • FREE PALESTINE
  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET CULTURE
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • OASE
  • NEWS
  • NTB
  • FREE PALESTINE
  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET CULTURE
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • OASE
  • NEWS
  • NTB
Close

Search

GET CULTURE

Ritus dan Filosofi Mulud Adat Bayan

By Redaksi GETNEWS.
28 Agustus 2026 1 Min Read
0

Sebagai gerbang historis masuknya Islam di Pulau Lombok pada abad ke-16, Desa Bayan di Lombok Utara terus memelihara akulturasi kebudayaan melalui perayaan Mulud Adat Bayan. Dipusatkan di Masjid Kuno Bayan, ritus yang berlangsung selama dua hari setiap 14–15 Rabiulawal ini menjadi medium penghormatan terhadap Rasulullah sekaligus sarana mempererat ikatan komunitas masyarakat adat.

​Rangkaian ritual ini melibatkan secara aktif enam desa adat, yakni Desa Loloan, Anyar, Sukadana, Senaru, Karang Bajo, dan Bayan.

​
Waktu & TahapanProsesi UtamaMakna & Nilai Kebudayaan
Hari Pertama (14 Rabiulawal)Penyerahan hasil bumi ke Inan Menik, ritual menutu (menumbuk padi), pembuatan umbul-umbul, ngegelat, serta seni pertunjukan Presean.Wujud rasa syukur atas hasil panen, pembersihan sarana adat, serta media resolusi konflik melalui olahraga tradisional.
Hari Puncak (15 Rabiulawal)Menampiq beras di mata air Lokoq Masan Segah, penyusunan hidangan (mengageq), dan arak-arakan Praja Mulud menuju masjid.Simbol kesucian niat, penghormatan atas penyatuan asal-usul manusia (Adam dan Hawa), serta perayaan komunal.

Kekuatan tradisi Mulud Adat Bayan bersandar pada penghormatan terhadap aturan tabu atau Pemaliq Leket. Selama ritual berlangsung di area Kampu dan Masjid Kuno, seluruh warga maupun wisatawan diwajibkan mengenakan busana tenun tradisional tanpa perhiasan dan pakaian dalam, serta menjaga tutur kata.

​Seluruh pembiayaan dan persiapan logistik ditanggung secara gotong royong oleh warga, sementara setiap perbedaan pendapat diselesaikan melalui konsensus (gundem) di Bencingah Bayan Agung. Struktur ini menegaskan bahwa Mulud Adat bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan fondasi utama perekat kebudayaan dan identitas sosial masyarakat Sasak Bayan.

Foto cover: Masjid Kuno Bayan (Qwadru)

Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

Kebudayaan LombokMasjid Kuno BayanMulud Adat BayanPemaliq LeketPraja MuludSuku Sasak
Author

Redaksi GETNEWS.

Follow Me
Other Articles
Previous

Mulud Adat Bayan 2026 Resmi Dibuka, Dekranasda NTB Ingatkan Otentisitas Tradisi

Next

MK Hapus Pasal Penghinaan Lembaga

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • get privacy
    Copyright 2026 GETMEDIA GROUP