Skip to content
getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • FREE PALESTINE
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • Nusa Tenggara Barat
  • FREE PALESTINE
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • Nusa Tenggara Barat
Close

Search

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • FREE PALESTINE
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • Nusa Tenggara Barat
  • FREE PALESTINE
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • Nusa Tenggara Barat
Close

Search

Tiga Isu Bidang Kependudukan (ist)
NEWS

Bonus Demografi tak Otomatis Untung, LKI 2025 Jadi Instrumen Strategis

By Redaksi GETNEWS.
15 Desember 2025 2 Min Read
0

​JAKARTA, getnews – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) menegaskan bahwa Laporan Kependudukan Indonesia (LKI) 2025 adalah instrumen strategis untuk mengawal pembangunan nasional yang berfokus pada manusia, sejalan dengan visi Presiden dan Wakil Presiden.

​Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, menyatakan bahwa LKI tidak hanya menjadi produk kebijakan lokal tetapi juga referensi global yang dipresentasikan rutin di Markas Besar PBB, New York.

​“Laporan ini tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga menjadi bagian dari diskursus kependudukan global,” ujar Bonivasius dalam Diseminasi LKI 2025 di Jakarta, Senin (15/12/2025).

​Dua Ancaman Kependudukan dan Tantangan Bonus Demografi

​Bonivasius menyoroti dua isu besar kependudukan yang kini dihadapi Indonesia dan dunia:

  1. ​Low Fertility (Penurunan Tingkat Fertilitas): Indonesia harus waspada terhadap tren penurunan ini, mencontoh negara-negara seperti Jepang, Korsel, dan Thailand yang sulit memulihkan angka fertilitas di bawah 1,5.
  2. ​Aging Population (Penuaan Penduduk): Proporsi penduduk lanjut usia (Lansia) di Indonesia telah mencapai 11,8%. Angka ini diproyeksikan BPS akan meningkat menjadi 20–25% pada 2045. Jika tidak dipersiapkan, penuaan penduduk akan menjadi beban besar bagi sistem kesehatan, jaminan sosial, dan ekonomi nasional.

​Di tengah ancaman tersebut, Indonesia berada dalam fase Bonus Demografi (penduduk usia produktif \approx 70\%). Namun, bonus ini tidak otomatis menjadi keuntungan, melainkan sangat bergantung pada kualitas SDM, kesiapan pasar kerja, serta dukungan teknologi dan digitalisasi.

​Instrumen Pengawal Pembangunan: IPBK dan IKIK

​LKI 2025 mendukung implementasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) 2025–2029 sebagai panduan lima tahunan bagi pemerintah pusat dan daerah. Untuk mengukur keberhasilan pelaksanaannya, BKKBN menggunakan dua indeks utama:

Isu Utama dan Instrumen Pengukuran Kependudukan (LKI 2025)
Isu Kependudukan Utama
IsuDefinisi/Data Saat IniProyeksi/Kewaspadaan
Low Fertility (Penurunan Fertilitas)Kewaspadaan terhadap tren penurunan, seperti yang dialami Korsel, Jepang, dan Thailand (<1.5).Ditekankan agar Indonesia tidak lengah dan harus menjaga tingkat fertilitas ideal.
Aging Population (Penuaan Penduduk)Proporsi Lansia saat ini mencapai 11,8%.Diproyeksikan mencapai 20–25% pada 2045, berpotensi menjadi beban kesehatan dan ekonomi.
Instrumen Pengukur Keberhasilan PJPK
IPBK (Indeks Pembangunan Berwawasan Kependudukan)Mengukur kinerja pemerintah daerah (sebagai objek utama).Instrumen utama mengukur keberhasilan pelaksanaan PJPK (Peta Jalan Pembangunan Kependudukan).
IKIK (Indeks Kepedulian terhadap Isu Kependudukan)Mengukur peran serta dan kepedulian masyarakat (sebagai subjek pembangunan).Hampir separuh provinsi di kategori kepedulian rendah, butuh penguatan literasi.

Bonivasius menekankan bahwa keberhasilan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dan sektor swasta.

infopublik

Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

BKKBNBONUS DEMOGRAFILKITiga Isu Bidang Kependudukan
Author

Redaksi GETNEWS.

Follow Me
Other Articles
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI/BP2MI) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergitas Tugas dan Fungsi Bidang Komunikasi dan Informasi dalam Rangka Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). (Foto: Pasha Yudha Ernowo Infopublik/IGID)
Previous

Negara Hadir Melindungi PMI: Komdigi & KP2MI Teken MoU Sinergitas, Perkuat Takedown Konten Penipuan Digital

Fasilitator Annisa Asrin dari P3M USU Medan dan relawan Save the Children mengajak anak warga Medan Maimun berdialog di Tenda Dukungan Psikososial KomdigiPeduli di Gg Jawa Komplek Mariana, Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumut, Minggu (14/12/2025). (Foto: Djanes Nafi/Dit KPM Kemkomdigi)
Next

Kemkomdigi Hadirkan Mobil Dukungan Psikososial di Medan Maimun untuk Anak-Anak Terdampak

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • get privacy
    Copyright 2026 GETMEDIA GROUP