Skip to content
getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
Close

Search

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
Close

Search

Ilustrasi - hujan (istimewa)
GET INFO

Siaga Merah! BMKG Deteksi Potensi Cuaca Ekstrem Selama Libur Nataru: Bali dan NTB Masuk Radar Waspada

By Redaksi GETNEWS.
21 Desember 2025 2 Min Read
0

​GET INFO — Liburan akhir tahun 2025 yang seharusnya penuh suka cita kini dibayangi oleh peringatan serius dari otoritas meteorologi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan menyelimuti sebagian besar wilayah Indonesia selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

​Puncak Musim Hujan Jadi Pemicu

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengungkapkan bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh masuknya puncak musim hujan yang meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi secara masif. “Pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di banyak wilayah, terutama Sumatera, Jawa, hingga wilayah Bali-NTB-NTT,” tegasnya dalam keterangan resmi, Minggu (21/12).

Gambar: Pantauan Citra Satelit Himawari-9 EH menunjukkan pembentukan awan konvektif tebal di sepanjang jalur selatan Indonesia, termasuk wilayah perairan NTB.

​Wilayah Terdampak dan Risiko Bencana

Berdasarkan analisis citra satelit terkini, pergerakan massa udara basah terpantau sangat aktif di wilayah selatan ekuator. Hal ini memicu potensi:

  • ​Hujan Lebat disertai Petir: Terutama pada siang hingga menjelang malam hari.
  • ​Angin Kencang: Berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran dan penerbangan di wilayah Bali dan Lombok.
  • ​Gelombang Tinggi: Para wisatawan di pesisir pantai NTB diimbau untuk tidak berenang jika kondisi cuaca mulai gelap.

​Himbauan untuk Wisatawan dan Pemudik

Bagi masyarakat yang sedang merencanakan perjalanan liburan, BMKG menyarankan untuk terus memantau aplikasi Info BMKG atau mengakses portal berita terpercaya seperti getnews untuk update berkala. Jangan memaksakan perjalanan jika jarak pandang terbatas akibat hujan deras atau terjadi genangan air yang cukup tinggi di jalur utama.

Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

Bali dan NTB Masuk Radar WaspadaBMKGBMKG Deteksi Potensi Cuaca EkstremGET INFOLIBUR NATARU
Author

Redaksi GETNEWS.

Follow Me
Other Articles
Helicopter Caracal mendarat dimedan berlumpur (istimewa)
Previous

Logistik Turun dari Langit Aceh, Netizen Turun dari Langit-Langit Medsos: Sebuah Komedi Penanganan Bencana

Anggota Baleg DPR RI, Deddy Yevri Hanteru Sitorus dalam pertemuan Kunjungan Kerja Baleg DPR RI tentang revisi Undang-Undang Kamar Dagang dan Industri (Kadin), di Kantor Kadin Jawa Timur, Kota Surabaya, Jumat (19/12/2025). Foto : aas/Andri
Next

Legislator DPR RI Sebut Indonesia Gagal Industrialisasi: Dana Ratusan Triliun Ditolak Investor, Kadin Diminta Jangan Berpolitik!

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • get privacy
    Copyright 2026 GETMEDIA GROUP