Skip to content
getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
Close

Search

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
Close

Search

Sepasang rusa terlihat minum di kubangan air di antara tumpukan sampah (Foto Hamdani/Natgeo Indonesia)
GET PLANET

Ironi Gili Trawangan: Rusa Liar Terdesak Pembangunan, Bertahan Hidup dengan Mengonsumsi Sampah Plastik

By Redaksi GETNEWS.
21 Desember 2025 1 Min Read
0

​GET PLANET — Di balik gemerlap statusnya sebagai destinasi wisata kelas dunia, Gili Trawangan menyimpan sisi gelap yang memilukan. Sebuah unggahan dari @natgeoindonesia baru-baru ini menyoroti potret tragis ekosistem di pulau seluas 430 hektare tersebut: ratusan rusa liar kini terpaksa hidup berdampingan dengan tumpukan limbah.

​Habitat Menyusut, Ruang Hijau Hilang

Pembangunan hotel, restoran, dan fasilitas wisata yang masif di perbukitan sebelah barat pulau telah merenggut habitat alami rusa-rusa liar. Ruang hijau yang kian menyusut membuat sumber pakan dan air alami menghilang. Akibatnya, satwa-satwa ini terdorong turun mendekati kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

​Tragedi di Tumpukan Sampah

Gili Trawangan tercatat menghasilkan lebih dari 20 ton sampah setiap harinya. Ironisnya, karena ketiadaan pilihan, rusa-rusa liar tersebut terlihat mengonsumsi sisa makanan yang sudah tercampur dengan limbah plastik dan zat berbahaya lainnya di area pembuangan.

​Alarm bagi Pariwisata NTB

Fenomena ini menjadi alarm keras bagi pengelola pariwisata dan pemerintah daerah. Daya dukung pulau yang terbatas tidak akan mampu menahan beban pembangunan jika aspek ekologi terus diabaikan. Keberlanjutan lingkungan dipertanyakan ketika satwa ikonik pulau harus meregang nyawa di tengah tumpukan sisa konsumsi wisatawan.

​Pariwisata masa depan bukan lagi soal jumlah kunjungan, melainkan bagaimana pembangunan berbasis ekologi dapat menjamin keseimbangan antara kenyamanan manusia dan keselamatan alam. Tanpa pengelolaan sampah yang serius, Gili Trawangan terancam kehilangan pesona alaminya secara permanen.

source: ig @natgeoindonesia

Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

GILI TRAWANGANNATGEO INDONESIARUSA DI GILI TRAWANGANSAMPAH DI GILI TRAWANGAN
Author

Redaksi GETNEWS.

Follow Me
Other Articles
pakar psikologi forensik ternama, Reza Indragiri (inews/istimewa)
Previous

Menakar “Fairness” Ijazah Jokowi

Ilustrasi Dzikir (istimewa)
Next

Bukan Sekadar yang Dicintai, Tapi yang Menemani: Mencari Teman ‘Pulang’ di Jalan Ketaatan

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • get privacy
    Copyright 2026 GETMEDIA GROUP