Skip to content
getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
Close

Search

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
Close

Search

Suasana pasar di Kebon Roek Ampenan Kota Mataram (getnews)
Kota Mataram

Cabai Rawit di Mataram “Terbakar” Rp75 Ribu per Kg: Antara Cuaca Ekstrem dan Spekulasi Pasar Nataru

By Redaksi GETNEWS.
21 Desember 2025 1 Min Read
0

​MATARAM, GETNEWS. — Tekanan ekonomi bagi “Wong Cilik” di Kota Mataram kian terasa nyata. Pantauan tim redaksi di sejumlah pasar induk seperti Pasar Mandalika dan Pasar Kebon Roek menunjukkan lonjakan harga cabai yang sangat signifikan dalam tiga hari terakhir.

​Harga cabai rawit yang sebelumnya stabil di angka Rp35.000 – Rp40.000, kini meroket hingga menyentuh plafon Rp75.000 per kilogram.

​📊 Tabel Perbandingan Harga Komoditas di Kota Mataram (Desember 2025)

KomoditasHarga Terkini (Kg)Status/Trend
Cabai RawitRp 60.000 – Rp 75.000Tinggi (Nataru)
Cabai Merah BesarRp 45.000 – Rp 55.000Merangkak Naik
Telur Ayam RasRp 32.500 – Rp 33.000Stabil Tinggi

*Data Validasi Redaksi per 21 Desember 2025.

Analisis Getnews: Mengapa Harga “Mendidih”?

​Berdasarkan data yang dihimpun, ada tiga faktor utama yang saling mengunci (triple hit) sehingga harga tidak terkendali:

  1. ​Faktor Alam (Puncak Musim Hujan): Sejalan dengan peringatan BMKG mengenai cuaca ekstrem, intensitas hujan yang tinggi di sentra produksi seperti Sembalun dan Lombok Timur menyebabkan gagal panen dan pembusukan batang (patek) pada tanaman cabai.
  2. ​Logistik & Distribusi: Cuaca buruk di perairan menghambat distribusi antar-pulau, menyebabkan stok di tingkat pengepul menipis sementara permintaan hotel dan restoran untuk malam Tahun Baru melonjak tajam.
  3. ​Efek Psikologis Nataru: Adanya kecenderungan spekulasi di tingkat pedagang yang memanfaatkan momentum libur panjang untuk menaikkan margin keuntungan di tengah kelangkaan barang.

Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

Cabai RawitCabai Rawit di MataramHarga Cabai di Mataram Pedas
Author

Redaksi GETNEWS.

Follow Me
Other Articles
Presiden Prabowo Subianto (BPMI Setpres)
Previous

Di Balik Titah Prabowo Soal Perpol 10/2025: Mengunci Kotak Pandora Jabatan Sipil Sebelum Jadi Bola Liar

Calon Rektor UNRAM (ist)
Next

Teka-Teki 35% Suara Menteri di Pilrek Unram: Antara Kedekatan Gubernur dan Lobi Jakarta, Siapa Mengunci Kemenangan?

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • get privacy
    Copyright 2026 GETMEDIA GROUP